Demi Mencari Dukungan, Prabowo Temui Wakil Presiden Jusuf Kalla


Usai resmi mendaftarkan diri sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkunjung menemui Wakil Presiden Jufuf Kalla (JK).

Langkah politik yang dilakukan oleh kedua pasangan itu mendapat tanggapan negatif dari Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI Aru Khidam. Menurut Asrul, langkah tersebut mencerminkan contoh pemimpin yang pagi sore. Pasalnya JK saat ini kapasitasnya adalah sebagai wakil presiden dan pengambil keputusan di pemerintahan.

Selama ini Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai sebagai sosok yang selalu melontarkan kritik terhadap pemerintah baik tentang kemiskinan yang meningkat, lapangan kerja sulit, hutang yang menumpuk dan kebangkrutan BUMN di depan mata.

Seharusnya, kata Asrul, Prabowo dan Sandiaga mengundang para pakar dan bertemu kelompok masyarakat. Sebab selama ini Prabowo dalam pidatonya selalu mengeritik pemerintah. "Jadi bertemu pakar itu dilakukan untuk mendapatkan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan rakyat," ujarnya.

Sebagai wakil presiden, JK menuturkan bahwa saat ini dirinya tidak boleh berpihak. Posisi itu juga menuntut dirinya menjaga hubungan dengan semua elemen bangsa. Tapi, sebagai politikus, tentu JK boleh berpihak. JK sendiri sejauh ini mengaku mendukung Jokowi.

Sementara itu, Prabowo menganggap JK sebagai senior. Keduanya pernah sama-sama berada di Partai Golkar. Juga pernah bersaing di pilpres. Namun, persahabatan di antara dua figur tersebut tetap terjaga. "Sesuai dengan adat istiadat kita bangsa Indonesia, yang muda datang ke yang lebih senior untuk sowan," tutur dia.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.