Ibadah Haji Akan Sia-Sia Jika Ditunggangi Kepentingan Politik


Mereka yang mengikuti gerakan ganti presiden yang dibarengi dengan ibadah haji dengan membawa spanduk 2019 ganti presiden ke Makkah, ibadah hajinya akan sia-sia.

“Haji dipolitisasi tagar2019GantiPresiden, ibadah hajinya tidak sah,” kata Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim, Senin (27/8).

Seharusnya dalam menunaikan ibadah haji kita harus fokus pada kegiatan haji, dan tidak dicampur adukkan dengan kegiatan politik yang dapat mengurangi pahala ibadah haji itu sendiri.

Rakyat justru sekarang menjadi semakin tidak simpati dengan gerakan 2019 ganti presiden, karena gerakan itu sangat kental dengan politik dan dapat menggangu ketentraman warga karena sering berbenturan dengan masyarakat.

Masyarakat harus waspada, kerena gerakan ganti presiden ini ditunggani oleh HTI, organisasi Islam radikal yang beberapa waktu lalu sempat ramai di beritakan dan dilarang oleh pemerintah itu, kini mulai membangun strategi untuk bisa masuk Indonesia lagi.

Gerakan Islam radikal ini sangat lihai dan pintar, mereka menggunakan nama agama untuk mengadu domba umat Islam. Hati hari dengan gerakan ganti presiden karena gerakan ini terindikasi oleh organisasi Islam radikal yang menginginkan Indonesia pecah dengan mengadu domba umat Islam.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.