Ibadah Haji Yang Ternodai


Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan adanya sejumlah kelompk jamaah haji asal Indonesia yang membentangkan spanduk ganti presiden di tanah suci. Bukan hanya itu saja, sejumlah stiker yang ditempel di mobil dan yang terakhir terlihat aksi jemaah haji Indonesia membentangkan kaos di atas bambu bertuliskan tagar2019GantiPresiden.

Kelakuan jemaah asal Indonesia akhirnya mendapat respon dari Menteri Infor Arab Saudi, Awad bin Saleh Al Awad. "Kami menekankan berulang kali. Haji adalah kewajiban untuk menyembah Allah Swt. Haji bukanlah tempat untuk mendiskusikan agenda dan praktik politik sebab ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ibadah haji yang merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim".

Sangat disayangkan memang, di tengah jutaan seluruh umat muslim dunia berkumpul di Makkah hanya untuk mendapatkan ridha Allah, jemaah asal Indonesia dengan syahwat politiknya ibadah dicampurkan dengan agenda politik. Aksi yang dilakukan oleh jemaah haji Indonesia itu tentu dapat memberikan citra yang buruk terhadap Indonesia.

Ibadah itu merupakan hal yang sakral. Siapapun orangnya harus benar-benar fokus dan khusyuk untuk memanjakan dan merendahkan dirinya di hadapan-Nya. Serta tidak boleh dibawa ke ranah politik.
Secara garis besar ibadah itu adalah segala sesuatu dari amalan ikhlas seseorang muslim yang mendatangkan manfaat dan kebaikan baik kepada dirinya maupun kepada makhluk lainnya yang selaras dengan pedoman hidup utama yakni Alquran dan hadis.

Coba bandingkan aksi dari salah satu suporter asal Jepang yang memungut puntung rokok di bawah pohon pada saat Asian Games beberapa hari yang lalu. Tampak puntung rokok entah dari siapa, dua wanita asal Jepang mau memungutnya lalu dimasukan ke dalam tong sampah.
Warga Negara Asing saja mampu memberikan contoh yang baik, lah kita ? Mari kenalkan pada dunia seluruh warga negara Indonesia tetap santun dan ramah terhadap sesama.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.