Jangan Nodai Ibadah Haji Di Tanah Suci


Assalamualaikum wr.wb, saudaraku semua yang dimuliakan Allah SWT, Semua umat islam pasti mempunyai cita-cita untuk bisa melaksanakan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur dan mendapat ridho dari Allah SWT,
Orang yang beribadah haji meninggalkan semua kemegahan dan kemewahan duniawi, kita hanya memakai baju ihram seperti sedang menampakkan kemiskinan dihadapan Allah SWT, kita juga harus melupakan kesibukan, kemewahan dan kekuasaan. Karena ini adalah hal yang bisa menggangu keiklasan ibadah kita kepada Allah SWT.

Karena ibadah haji adalah ibadah untuk mendapatkan ampunan dari Allah sang penguasa alam semesta ini. Kita duduk bersimpuh di Arafah sambil memanjatkan doa kepada Allah, mensyukuri nikmat dan karunianya dan memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan kita.
Saya sangat prihatin dengan apa yang dilakukan oleh beberapa saudara-saudara kita yang sedang melakukan ibadah haji di tanah suci, apa yang membuat saya prihatin..?
Ada kejadian yang sangat memalukan yang terjadi saat saudara-saudara kita sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Beredar foto Jamaah Haji asal Indonesia sedang membentangkan spanduk tagar2019gantipresiden di Tanah Suci, dan sekelompok jemaah yang berpakaian haji membentangkan spanduk yang berbau politik, yakni spanduk yang bertuliskan tagar2019gantipresiden.
Selain spanduk, dalam salah satu foto terlihat seorang laki-laki mengenakan kaus dengan tulisan tagar2019gantipresiden. Mereka diketahui sedang berada di tempat ziarah di Jabal Uhud, Madinah Al Munawarah, Saudi Arabia.

Tak hanya itu, beredar juga video saat jemaah asal Indonesia sedang membaca Talbiyah dengan membawa dan mengibarkan bendera merah putih dan juga memasang kaus yang bertuliskan 2019gantipresiden yang digantungkan menggunakan tongkat.
Yang benar adalah, penggunaan bendera di Makkah digunakan untuk memberi tanda jika ada jamaah kita yang tersesat, bendera digunakan sebagai tanda agar jamaah haji asal Indonesia tidak tersesat dengan rombongannya, mengingat terdapat sebanyak 221.000 jemaah haji asal Indonesia yang sekarang sedang berada di tanah suci.

Ini adalah salah satu tindakan yang sangat memalukan yang dilakukan saudara kita, ibadah haji adalah ibadah yang sangat sakral dan jangan di nodai dengan hal-hal yang berhubungan dengan duniawi, apalagi dicampur dengan kegiatan politik.
Haji bukanlah tempat untuk mendiskusikan agenda dan praktik politik sebab ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ibadah haji yang merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang mampu.
Mereka adalah saudara kita yang tersesat yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang mempunyai kepentingan politik. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan itu adalah tindakan yang salah.

Ibadah haji adalah hubungan erat antara kita dengan Allah SWT. Syiar bagi orang yang beribadah haji adalah talbiyah (Labbaika allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda, wan-ni’mata, laka wal mulku, laa syariika laka). yang artinya aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, aku sambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya untuk-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.
Sahabat Nabi menerangkan makna dari sifat dan cara talbiyah nabi Muhammad yaitu, “Syiarkanlah tauhid.” (HR. Muslim. 1218). Syiar tauhid sangat jelas dalam semua proses ibadah haji, baik dalam perbuatan dan perkataan.

Saya jadi merasa iba dengan jamaah haji yang berangkat dari rumah dan berniat untuk beribadah ke tanah suci kemudian terkotori oleh oknum-oknum politisi busuk yang mempolitisasi agama untuk kepentingan golongan tertentu. Jangan-jangan mereka sudah merencanakan ini semua jauh hari sebelum berangkat ke tanah suci.
Deklarasi 2019gantipresiden yang diorasikan oleh oknum parpol itu sangat berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban jemaah dari negara lain.
Dipastikan semua kegiatan ini sudah terkoordinir, siapa orang dibalik semua ini..? tentu anda sudah tahu.. mari kita doakan saja agar saudara-saudara kita ini bisa kembali ke jalan yang benar. Menunaikan ibadah haji dengan khusuk dan menjadi haji yang mabrur.
Menteri Informasi Arab Saudi, Awad bin Saleh al-Awad mengatakan haji adalah kewajiban untuk menyembah Allah Swt. Haji bukanlah tempat untuk mendiskusikan agenda dan praktik politik karena ini bertentangan dengan prinsip-prinsip ibadah haji, yang merupakan kewajiban dasar setiap muslim.
Makkah adalah tempat ibadah suci dan platform untuk wahyu. Muslim datang dari setiap sudut belahan dunia.

"Haji adalah tindakan penyembahan dan pengudusan. Ritual haji adalah ibadah. Islam bersatu dalam satu pakaian, satu tempat, dan satu tingkat untuk warna dan kebangsaan yang berbeda dan tidak mempolitisirnya. Tidak ada ruang untuk haji dan hasutan," jelasnya.
Ia menegaskan, setiap jamaah haji tidak akan memikirkan upaya politisasi maupun melakukan penghasutan. Upaya politisasi haji, menurutnya adalah tindakan putus asa yang tidak sah.
Kesempurnaan ibadah haji adalah jika ternyata pada saat pelaksanaannya terdapat kendala hingga menghambat kesempurnaannya, maka mesti menggantinya dengan hadyu, atau kafarat lainnya.
اَلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰأُولِى الْأَلْبَابِ ١٩٧
Yang artinya; (Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata kotor dan tidak pantas (rafas), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat..! (Surat Al-Baqarah ayat 197-210)
Ayat ini menerangkan bahwa ibadah haji harus dilakukan dengan niat yang baik, tidak boleh dinodai dengan tindakan seperti orang yang tidak mempunyai akal sehat.
Firman Allah QS. Al-Baqoroh, Ayat 196 juga menerangkan bahwa niat yang tulus dan iklas akan membawa kita (calon haji) mendapat kesempurnaan dari Allah SWT.
وَأَتِمُّوْا الحَجَّ وَالعُمْرَةَ لِلَّهِ
Artinya: “ Dan sempurnakanlah Ibadah Haji dan umroh karena Allah”.
Karena yang dimaksud dengan ibadah haji adalah kerendahan dan tunduk kepada Allah serta mendekat kepada-Nya dengan berbagai ketaatan yang memungkinkan, serta menghindarkan diri dari berbagai perbuatan buruk. Dengan demikian hajinya akan menjadi mabrur, dan balasan bagi haji yang mabrur hanyalah surga.

Berikut Video Jamaah Haji Indonesia Kibarkan Baju #2019GantiPresiden Di Makkah :

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.