Prabowo Dipecat Dengan Tidak Hormat. Karena Beberapa Hal Yang Menyalahi Aturan.


Jakarta, tak banyak yang tahu Prabowo Subianto dipecat karena beberapa hal, yang utama adalah pelanggaran HAM pada masa reformasi di tahun 1998 lalu. Prabowo memang di pecat dari TNI, masyarakat perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi agar semua menjadi jelas.
Prabowo adalah seorang penculik dan seorang pelanggar HAM terhebat di Indonesia, Tahun 1998 sewaktu terjadi penculikan aktivis pro-demokrasi pada Mei 1998, penculikan itu adalah atas inisiatif Prabowo, yang kala itu menjabat Pangkostrad.

Karena perbuataannya itu Prabowo akhirnya dipecat dari jabatannya atas rekomendasi dari DKP, namun karena hubungan kuatnya dengan mertuanya yang tak lain adalah mantan Presiden RI Soeharto, maka putusan Presiden menambahkan frase 'dengan hormat' dalam keputusan pemecatannya Prabowo.
Prabowo termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upayanya itu gagal.

Prabowo diduga kuat mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 14 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima yang hilang dan tidak ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk mengeksekusi operasi tersebut.
Namun, Prabowo belum diadili atas kasus tersebut hingga sekarang walau anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. Para korban dan keluarga korban juga sama sekali belum memaafkannya dan masih terus melanjutkan upaya hukum.

Sebagian berupaya menuntut keadilan dengan mengadakan aksi 'diam hitam kamisan', aksi demonstrasi diam di depan Istana Negara setiap hari Kamis. Prabowo dan koleganya, Sjafrie Syamsuddin, juga tidak pernah memenuhi Panggilan Komnas HAM yang berusaha untuk mengusut kasus tersebut.
Berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta. Prabowo adalah dalang dari kerusuhan Mei 1998 lalu, motifnya adalah untuk mendiskreditkan rivalnya, untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto yang kala itu masih menjabat Presiden RI.
Prabowo diberhentikan dari TNI juga karena beberapa faktor, diantaranya Tindakan Prabowo Subianto cenderung pada kebiasaan mengabaikan sistem operasi, hierarki, disiplin dan hukum yang berlaku dilingkungan ABRI.

Yang kedua adalah tidak mencerminkan etika profesionalisme dalam pengambilan keputusan, kepatuhan pada norma hukum, berbangsa dan bernegara, norma-norma di lingkungan TNI-AD/ABRI dan norma pelibatan Kopassus itu sendiri.
Yang ketiga adalah tidak mencerminkan tanggung jawab Komandan terhadap tugas dan terhadap prajurit, Yang keempat adalah dirinya juga tidak mencerminkan etika perwira khususnya unsur pembela kebenaran dan keadilan, kesetiaan dan ketaatan, perikemanusiaan serta menjunjung tinggi nama dan kehormatan Korps ABRI.

Kemudian yang kelima adalah dia juga tidak mencerminkan kepedulian terhadap sumpah preajurit. Tidak mencerminkan kepedulian terhadap Sapta Marga dan telah melakukan tindak pidana yaitu ketidakpatuhan (Psl.103 KUHPM) serta memerintahkan Dan Group-4/Sandha Kopassus dan anggota Satgas Merpati serta Satgas Mawar untuk melakukan perampasan kemerdekaan orang lain, (Pasal 55 (1) ke 2 jo Psl.333 KUHP) dan penculikan (Psl.55 (1) ke 2 jo Psl.328 KUHP).
Tindakan Prabowo tersebut diatas tidak layak terjadi dalam kehidupan prajurit dan kehidupan seorang perwira TNI. Selain itu tindakan Prabowo itu juga merugikan kehormatan Kopassus, TNI-AD, ABRI, Bangsa dan Negara.

Sesuai dengan hal-hal tersebut diatas maka Perwira Terperiksa atas nama Letnan Jendra TNI Prabowo Subianto disarankan dijatuhi hukuman administrati berupa diberhentikan dari dinas keprajuritan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.