Sandiaga, Pandai Berjanji, Pandai Mengingkari


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sempat berjanji akan memberangkatkan umrah pendaftar nomor urut ke-40 ribu program one kecamatan one centre of entrepreneurship (OK OCE). Dia akan mengongkosi peserta memakai uang pribadinya sendiri.

Janji tersebut tak jadi terlaksana lantaran Sandi mundur dari jabatannya. Hadiah pergi umrah dan keluar negeri akan dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta.

Sandi berjanji akan memberangkatkan umrah pendaftar ke-40 ribu bila dia seorang muslim. Bila peserta seorang kristiani, dia akan diberangkatkan pergi ke Yerusalem atau tempat suci lain yang sesuai agama si pendaftar.

Dia juga terlanjur berujar akan memberikan hadiah pelesiran ke Bangkok bagi pendaftar ke-39.999 dan 40.001. Alasannya, karena salah satu konsep OK OCE berasal dari one tambon one product (OTOP) dijalankan di Thailand.

Dalam debat kandidat gubernur dan wakil gubernur pada 15 Desember 2016, Sandi pernah menyebut akan memberikan modal sekaligus pendampingan.

"Kami ingin juga modal yang selama ini menjadi momok. Kita melihat bahwa modal kita bisa memberikan antara Rp0, Rp15 juta, Rp20 juta, sampai Rp300 juta. Kita berikan pendampingan kepada mereka," ucapnya saat itu.

Dalam situs Jakartamajubersama.com milik tim Anies-Sandi, OK-OCE didefinisikan sebagai co-working space yang tidak hanya memberikan ruang fisik, tetapi juga memberikan dukungan modal, akses pasar, dan mentor bagi wirausaha. Namun, tidak ada penjelasan tentang dukungan modal apa yang dimaksud.

Jadi, ngapain pilih pemimpin yang suka ingkar janji.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.