Ternyata Gerindra Yang Selama Ini Gunakan Isu Sara


Anda tahu tidak, ternyata yang sering menggunakan isu SARA dalam berpolitik dan berkampanye adalah partai Gerindra sendiri. Waketum Gerindra Ferry Juliantono mengakuinya sendiri, bahwa dirinya menilai penggunaan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sangat lazim digunakan di beberapa negara, dan ia pun menggunakannya di Indonesia.
"Penggunaan isu SARA wajar dan lazim digunakan oleh kandidat dalam pemilihan di negara lain," ujar Ferry dalam diskusi di kantor CSIS, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).
Ferry kemudian mencontohkan, politik identitas atau isu SARA digunakan dalam Pemilu di Amerika Serikat, oleh Donald Trump. Saat itu Donald Trump menggunakan isu imigran untuk memenangkan pemilu.

Ferry mengatakan pihaknya juga akan menggunakan cara yang sama dalam usahanya memenangkan Pilpres 2019 nanti, jadi jangan heran jika nanti isu-isu itu akan beredar di masyarakat menjelang Pilpres.
Tak hanya itu, untuk memuluskan langkahnya, Ferry dan pihaknya juga telah membangun sistem yang nantinya akan digunakan untuk menyebarkan kebohongan dan fitnah kepada masyarakat, yaitu dengan meyebarkan opini kepada publik agar tidak mempercayai lagi pemerintah.
Ferry mengatakan apapun yang terjadi Prabowo harus menang, jadi segala cara akan digunakan untuk meloloskannya, sasaran utamanya adalah tentang isu-isu ekonomi terlebih tentang utang Indonesia yang besar.
Karena masyarakat Indonesia sangat kurang paham jika membahas tentang utang negara. Karena masyarakat kita yang kurang gemar membaca, dan lebih banyak menonton sinetron dari pada membahas tentang ekonomi.

Menurut Ferry, yang tidak perkenankan adalah penggunaan kekerasan verbal atau fisik yang mengatasnamakan SARA. Namun menurutnya isu SARA sah digunakan dalam sebuah pemilihan.
Dirinya meyakinkan bahwa Gerindra tidak terjebak tentang politik identitas, mengingat Prabowo Subianto tidak memilih cawapresnya bukan dari golongan yang berasal dari kalangan religius seperti yang diharapkan para ulama, namun Prabowo lebih mementingkan capres yang mempunyai banyak dana untuk kesuksesan kampanyenya nanti.
Karena tak dipungkiri dalam pencalonan ini pihaknya sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan hanya Sandiaga lah yang saat ini bisa memenuhi kebutuhan itu.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.