Ada Apa Dengan Bawaslu ?


Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI malas dan tidak serius mengusut kasus dugaan mahar politik yang melibatkan Sandiaga Uno.

Andi Arief menganggap Bawaslu malas meski ia sendiri tak pernah memenuhi panggilan lembaga itu saat pemeriksaan kasus dugaan mahar politik dilakukan.

Andi menuding komisioner Bawaslu hanya duduk di belakang meja saja dan tidak melakukan pengawasan. Ia pun menyebut komisioner seperti mandor di zaman Belanda.

"Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor zaman Belanda," ucap dia.

Sebelumnya, Andi Arief sempat menuliskan kekecewaan dirinya terhadap cara kerja Bawaslu yang tidak bisa mendatangi dirinya ke Lampung untuk meminta keterangannya.

"Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja gak bisa mereka pecahkan. Jakarta-Lampung kan hanya urusan satu jam via pesawat. Kalau serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu," ujar dia.

Sandiaga dinyatakan tak terbukti melakukan praktik mahar politik setelah Bawaslu RI melakukan pemeriksaan dalam kasus dugaan perkara itu. Kesimpulan tersebut disampaikan Bawaslu RI dalam keterangan tertulis.

Dalam kesimpulannya, Bawaslu RI menganggap bukti-bukti dan kesaksian yang sudah mereka dapat terlalu lemah. Sebabnya, mereka tidak berhasil mengundang Andi Arief untuk klarifikasi kasus dugaan mahar.

Posisi Andi Arief menjadi penting karena ia yang pertama mengungkap dugaan itu melalui akun twitternya, pertengahan Agustus 2018. Akan tetapi, Andi tidak pernah datang meski sudah lebih dari 3 kali diundang Bawaslu RI.

Andi beralasan pernah meminta Bawaslu agar mengambil keterangan darinya di Lampung. Akan tetapi, permintaan itu tak dipenuhi. Andi pun menganggap Bawaslu tak serius mengungkap kasus dugaan mahar karena itu.

"Kalau serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu. Bawaslu sudah menutup kasus mahar ini, kita hormati. Catatan saya; Kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung komisioner bisa mendapatkannya," ujar Andi.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.