ATM TEMPE buat bayar MAHAR



Sandiaga Uno bakal calon wakil presiden pilihan Prabowo mengaku mendapat keluhan masyarakat tentang kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Dia mengatakan keluhan itu menyangkut harga bahan pokok yang naik, keterbatasan lapangan kerja, dan rendahnya daya beli masyarakat.

Ia mengatakan bahwa karena naiknya dollar, tempe yang sudah menjadi makanan pokok di Indonesia sudah setipis ATM, ia juga mengatakan bahwa ada ibu-ibu bernama Ibu Yuli yang berjualan tahu, dan mengatakan ia sekarang jualan tahunya diperkecil ukurannya karena mahalnya tahu
.
"Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang, jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya," kata Sandiaga di rumah Prabowo Subianto, Jumat, 7 September 2018.

Apa iya kondisi Indonesi sampai separah itu...? segitunya.. harga tahu dan tempe ikut naik seiring melemahnya rupiah akan dollar AS. Kayaknya Sandi terlalu berlebihan dech...

Apa sih yang sebenarnya mendorong Sandi mengatakan hal itu..? coba tebak. Ia menggiring opini masyarakat saat momen naiknya tukar rupiah akan dollar AS, seakan-akan kondisi di Indonesia seburuk itu, sampai-sampai harga tahu dan tempe ikut naik...

Coba cek ke pasar, beberapa ibu-ibu rumah tangga yang sempat saya tanya tak menemukan adanya kenaikan harga makanan pokok, harga di pasar masih sama dengan hari-hari sebelumnya.. jika ada yang bilang harga tempe dan tahu naik, itu cuma isu yang menyesatkan.

Menurut beberapa emak-emak yang ada di pasar, mereka juga tak menemukan adanya kenaika bahan pokok, apalagi sampai tempe dikurangi ukurannya karena dollar naik. Ukuran tempe dan tahu masih sama dengan biasanya tuh... gak ada yang berubah.

Ah,,, itu cuma akal-akalan Sandi aja buat nakut-nakutin emak-emak, seolah-olah dirinya prihatin sama emak-emak, padahal dia bohong. Buktinya tempe dan tahu masih murah. Walaupun nantinya naik, gak harus segede ATM kali ukurannya...

Jika kita amati, gerak-gerik Sandi selalu membuat emak-emak justru menjadi panik, padahal yang sebenarnya terjadi di masyarakat tidak demikian, Sandi ingin merebut hati emak-emak tapi sudah salah langkah.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.