PKS vs Gerindra, Siapa Yang Menang !!!


Jakarta, kursi wakil gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong. Gubernur DKI Anies Baswedan dengan angkuh mengaku tak masalah untuk sementara waktu mengurus ibu kota sendiri. Meski sebenarnya berat mengurusi OK OCE Sandi.

Anies mangatakan, yang semula jadwal harian biasanya hanya satu atau dua acara, kini penuh hingga sore. Satu masalah lagi yang paling menonjol yakni tersendatnya program OK OCE yang banyak masalah.

Sejak Sandi mundur, sejumlah OK OCE Mart tutup dan sepi pembeli. Malah, beradanya Sandi juga tak mempengaruhi ramai dan sepinya OK OCE mart. Kedua, program DP 0 persen jalan di tempat. Padahal pemerintah sudah melakukan peletakan batu pertama Februari 2018 lalu. Namun, pembangunan hunian tersebut belum juga dimulai hingga saat ini.

Padahal, program itu dijanjikan sudah dapat dipesan warga pada April 2018. Menurut Dinas Perumahan, Pemprov masih menggodok skema pembayaran yang belum juga disepakati hingga kini. Ibarat menggodok daging Badak, keras dan lama.

Program lain yang juga mandek yakni OK Otrip atau program transportasi satu harga. Meski diklaim Pemprov sudah berjalan, nyatanya hingga kini program angkot terintegrasi itu baru tahap uji coba.

Anies mengeluhkan, sejumlah masalah terjadi bukan karena kepergian Sandi. Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau agar jabatan wakil gubernur DKI Jakarta tidak kosong terlalu lama.

Siapa yang akan menggantikan posisi Sandiaga? hayoo...

Dua partai yang berkoalisi mengusung pasangan Anies-Sandiaga di Pilkada 2017 lalu yakni Gerindra dan PKS, disebut-sebut memperebutkan posisi itu. Bahkan belakangan kedua partai saling klaim sebagai pihak yang paling berhak mendapat kursi wagub DKI.

PKS sendiri sudah mengajukan dua nama yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Ketua Bidang Hubungan Masyarakat DPP PKS Dedi Supriyadi mengatakan, kedua nama itu dipilih karena berpengalaman.

"Pak Achmad Syaikhu itu berpengalaman sebagai anggota DPRD dari tingkat kota kemudian provinsi, kemudian menjadi wakil wali kota juga," ujar Dedi ketika dihubungi, Rabu (19/9/2018).

Sedangkan Agung, yang saat ini menjadi sekretaris DPW PKS DKI Jakarta, dinilai tepat menggantikan Sandi karena latar belakangnya sebagai pengusaha sukses.

"Profiling ini cukup dekat dengan figur wagub sebelumnya yaitu Pak Sandiaga Uno," ujar Dedi.

Menurut Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, dua nama ini sudah diputuskan di intenal PKS dan telah dikomunikasikan dengan Partai Gerindra, yang menjadi mitra koalisi di DKI.

"Sudah fix, sudah resmi (2 nama itu diajukan jadi wagub DKI)," kata Hidayat, Rabu (19/9/2018), di Jakarta.

Hidayat menegaskan, dua nama ini muncul tidak ujug-ujug karena keinginan PKS untuk mendapatkan kursi wagub DKI, tapi merupakan hasil pembicaraan panjang dengan Gerindra.

"Syarat untuk pergantian gubernur atau wakil gubernur bukan diajukan oleh perseorangan, tapi diajukan oleh koalisi partai, artinya ya oleh Gerindra dan PKS. Masing-masing partai punya aturan sendiri dan punya komunikasi dengan partai yang lain," papar Hidayat.

Karena sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno harus berdasarkan usulan yang disepakati PKS dan Gerindra. Hal ini lantaran keduanya merupakan partai pengusung Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI 2017 lalu.

"Kursi wagub itu diusulkan oleh dua partai pengusung, bukan oleh satu partai. Pengusung ada dua, Gerindra dan PKS," kata Anies usai menjadi inspektur upacara di Lapangan Monas Jakarta, Rabu (19/8/2018).

Anies enggan berandai-andai soal nama Wagub DKI tersebut. Kendati saat ini sudah ada beberapa nama yang beredar, dia lebih menunggu hasil kesepakatan dari PKS dan Gerindra.

"Karena itu nanti, dua nama itu adalah dua nama yang dikirimkan oleh PKS dan Gerindra. Isi kesepakatannya apa, itu nanti di mereka," ucapnya.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.