Prabowo: Presiden Sipil & Buta?


Allan Nairn memaparkan hasil wawancaranya dengan Prabowo pada Juni dan Juli 2001 tahun lalu. Kala itu, menurut Allan Prabowo mengecam Gus Dur dan menghina fisiknya yang tak sempurna.
Lily menilai Prabowo tak punya hati nurani karena menjelek-jelekkan Gus Dur. Apalagi kala itu, pernyataan Gus Dur yang menyebut Prabowo adalah orang ikhlas, digunakan oleh kubu Prabowo-Hatta sebagai iklan politik.

"Kalau menurut saya Prabowo tipe orang yang gak punya hati dan nurani. Dia bisa ngomong mencla-mencle seperti itu tapi sekian tahun beda (pakai perkataan Gus Dur untuk iklan kampanye). Kalau orang konsisten pasti tetap sama perbuatan dan perkataannya," kata Lily.

Sebelumnya, Allan Nairn, jurnalis investigatif asal Amerika Serikat, mengaku tergugah untuk memberikan testimoni kepada publik Indonesia tentang sosok Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang kini kembali mencalonkan diri sebagai presiden, dirinya menilai banyak pernyataan Prabowo selalu bertolak belakang dengan apa yang disampaikan dia dulu.

Ketika wawancara yang dia lakukan di kantor Prabowo, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Juni dan Juli 2001 lalu, Allan mengaku Prabowo adalah off the record dan bersifat anonim. Sikap Prabowo dulu terhadap Gus Dur sangatlah kontras. Di hadapan saya Prabowo tak henti-hentinya mengecam Gus Dur dan demokrasi,kata Allan.

"Indonesia belum siap untuk demokrasi. Di negara kami ini masih ada kanibal, masih ada kerumunan yang bikin rusuh," demikian ucapan Prabowo yang dicatat Allan.

Indonesia perlu rezim otoriter yang jinak. Kata Prabowo, ia juga mengatakan bahwa keragaman etnis dan agama adalah penghalang demokrasi. Bahkan, kata Nairn, Prabowo pernah menghina fisik Gus Dur.

"Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta! Bayangkan! Coba lihat dia, bikin malu saja!" demikian Prabowo seperti dikutip Allan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.