Zulkifli Hasan Gagal Berorasi Berujung Disoraki


Berniat naikkan nama Sandiaga Uno di depan para mahasiswa, Zulkifli Hasan malah di bully para mahasiswa. Mungkin Zul anggap mahasiswa itu anak TK yang bisa dibujuk dengan permen..! (Parahhh…!)

Politisasi mahasiswa ala Sandi sudah tumpul

Tak kuat menahan malu Zulkifli Hasan tak bisa berbuat apa-apa di depan para mahasiswa, ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyoraki kelakuan Zulkifli Hasan yang memanfaatkan moment seminar bersama para mahasiswa UMP.

Sorakan itu berlangsung saat seminar kebangsaan bertajuk ‘Masa Depan Ekonomi Pancasila dan Tantangan Startup Wirausaha di Era Generasi Millenial’ yang diadakan di Hotel Karlita Purwokerto pada hari Selasa 25/9.

Zulkifli disuraki karena dianggap memprovokasi para mahasiswa dengan mengatakan ‘’Kalau nanti Prabowo-Sandi menjadi presiden dan wakil presiden, setuju tidaaaak…’’ kata Zulhas dengan Percaya Diri.

Namun para mahasiswa yang sudah muak dengan tingkah laku Zulhas justru malah mengatakan ‘’TIDAAAKKKK….’’ Sontak Zulhas cengengesan dan mukanya merah. Sorakan itu berlangsung sebanyak 3 kali, banyak juga mahasiswa  yang menyoraki ‘’Huuuuu….’’ Dengan konotasi negatif kepada Zulhas.

Tak kapok disuraki, Zulhas mencoba kembali mengatakan dan menyinggung Pilpres, kali ini ia mengatakan kalau Sandiaga Uno sebagai cawapresnya juga kembali disoraki para mahasiswa.

‘’Kalau wakil presiden, Sandi….’’ Kata Zulhas belum selesai ngomong sudah dipotong oleh suara teriakan mahasiswa ‘’ Huuuuu… ‘’ hingga menggema di seluruh Gedung.

Mungkin Zulhas menganggap para mahasiswa ini adalah anak TK yang bisa ia bujuk untuk memilih Prabowo-Sandi. Jadi inget beberapa waktu yang lalu, saat Sandi berkunjung ke salah satu Universitas di Riau, dan langsung terjadi aksi demo keesokan harinya.

Kali ini Sandi dan Zulhas gagal berorasi di depan mahasiswa, para mahasiswa lebih dulu tahu apa tujuan diadakannya seminar itu. Acara yang seharusnya membahas kebangsaan dan kuliah umum itu ternyata sudah disusupi politik, walalupun dengan pertimbangan Sandiaga adalah seorang pengusaha dan juga seorang akademis sekaligus praktisi, namun tetap saja ini adalah upaya politisasi kampus.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.