Bahaya Laten Orde Baru


Bergabungnya Partai Berkarya dan Partai Garuda kedalam koalisi Prabowo semakin menguatkan dugaan akan munculnya bahaya laten Orde Baru.Sudah jelas Prabowo adalah menantu Soeharto dan juga loyalis Cendana.

Keterkaitan dua partai ini dengan rezim Orde Baru menguatkan kekagetan yang berubah menjadi kecurigaan. Di sini, Tommy Soeharto menjabat dua posisi penting di Partai Berkarya, yaitu sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan Ketua Dewan Pembina.

Prabowo yang juga pernah menjadi menantu Soehartojuga masih memiliki kedekatan khusus dengan keluarga Cendana. Hal ini terbukti dengan keluarnya Siti Hediati Hariyadi, atau lebih dikenal sebagai Titiek Prabowo, yang juga merupakan mantan istri Prabowo dari jabatan tinggi di Golkar. Titiek seperti diketahui berpindah haluan mendukung Prabowo melalui partai Berkarya

Kita tidak boleh lupa akan sejarah, Presiden Soeharto adalah pemimpin negara terkorup. Salah satu kasus korupsi besar yang dilakukan Soeharto yakni penggunaan Dana Reboisasi Departemen Kehutanan dan pos bantuan presiden.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai tujuh yayasan milik Soeharto, yakni Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial, Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti, Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Trikora.

Mantan Presiden Soeharto pernah ditempatkan sebagai Presiden terkorup sedunia berdasarkan temuan Transparency International 2004 dengan total perkiraan korupsi sebesar 15-25 miliar dolar AS.

Kini tanda-tanda bahaya laten Orde Baru semakin jelas. Prabowo mulai menunjukkan kediktatorannya. Seperti mertuanya, Prabowo memberangus demokrasi dan kebebasan Pers. Hingga saat ini Prabowo memilih media yang loyal padanya untuk memberikan keterangan pers.

Orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya akan dilibas dengan isu SARA dan PKI melalui penyebaran fitnah dan hoax.

Untuk itu kita harus waspada, karena Orde Baru sama bahayanya dengan PKI, bahkan lebih berbahaya karena kini orde baru muncul melalui topeng partai politik agamis dan nasionalis.

Jangan sekali-sekali melupakan sejarah! Mari berSATU Padu menghalau ancaman komunisme dan Orde Baru!

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.