Sandikio Uno


Beberapa hari lalu ada seorang yang pernah jadi relawan Sandiaga saat “melamar” jadi Wakil Gubernur DKI bercerita pada saya. Selama ini Sandi selalu minta dikirimi data-data apa yang terjadi di lapangan lewat email. Tapi ternyata email berisi data tersebut jarang disentuhnya saat kampanye. Atau dibaca tapi tidak peduli.

Contohnya data tentang APBD dan RAPBD DKI yang tidak mungkin digunakan untuk memodali peserta OK OCE. Tapi Sandi dengan lantang dalam setiap kampanye mengatakan, “Setiap peserta program OK OCE akan diberi modal hingga 300 juta rupiah.”

Well...mungkin saat itu Sandi tidak yakin bakal terpilih jadi Wagub, karena dia menjanjikan itu jauh sebelum Ahok tersandera kasus penistaan agama. Tapi sekarang kita lihat, tidak satupun peserta OK OCE yang mendapat modal semanis ucapan Sandi.

Sekarang pas tiba waktunya dia melamar jadi wapres, hal tersebut (tidak peduli data) kembali diulanginya. Sandi sudah berapa kali berikan statement tanpa data; soal tempe setipis ATM, harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal dari Singapura, jumlah lapangan kerja dibilang tidak sesuai janji padahal tiap tahun pemerintah bikin 2juta lapangan kerja, terus bilang masyarakat sedang krisis, krisis apanya? Buktinya mayoritas masyarakat bilang biasa aja tuh, gak ada krisis.

Yang jadi masalah utama Sandi itu kan melakukan generaslisasi suatu fakta yang sebenarnya hanya dilakukan satu-dua orang, tetapi kemudian ditarik menjadi kesimpulan umum, seakan-akan bahwa kondisi Indonesia ini ada di dalam sebuah ketidakpastian. Apa yang dilakukan Sandi itu jahat... Itu sama aja dengan politik kebohongan.

Jadi politik Sandi itu, jika dia bertanya tentang harga misalnya pada 10 orang, ada 1 orang aja bilang harga makanan mahal, sementara 9 orang lainnya bilang harganya murah, Sandi akan pilih 1 orang itu, yang tidak mewakili masyarakat umum.

Jika ada pengusaha ikan yang mengaku nelayan bilang susah dikasih ijin melaut. Sandi bakal bilang nelayan tidak mendapat ijin melaut. Jelas kan...pola pikir Sandi...?

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.