Si Bango Nongol Lagi


‘’Bahan makanan di Indonesia lebih mahal dibandingkan di negara (ASEAN) lain. Sepiring makan siang di Jakarta lebih mahal dari sepiring makan siang dengan kualitas yang sama di Singapura, Thailand juga sama,” kata Sandi dengan muka memelas.

Sandi menambahkan, mahalnya harga sepiring makan siang itu tak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan oleh petani. Pasalnya, petani yang juga merupakan konsumen beras mesti mengeluarkan biaya juga untuk membeli pupuk sehingga kalaupun penghasilannya naik namun tetap tergerus.

Sandi mengatakan ini adalah salah satu faktor kenapa petani tidak bisa sejahtera. ‘’Harga bahan pokok itu tak mencerminkan menguatkan nilai tukar petani. Harga belinya tinggi tapi ongkos petani juga meningkat dari pupuk dan penghasilannya tidak naik. Itu yang bikin petani jadi tidak sejahtera,” kata Sandi.

Paham gak sih..? saya malah bingung.

Tak perlu jauh-jauh lah. Pernyataannya beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa harga bahan pokok mahal, uang Rp 100.000 hanya dapat bawang dan cabe. Masih ingat kan..?

Sandi sengaja memberikan informasi palsu untuk membuat sensasi seakan pemerintah gagal menyejahterakan masyarakatnya, buktinya banyak pihak yang langsung melakukan riset dengan datang sendiri ke pasar dan membelanjakan sendiri uang Rp 100.000 untuk membeli keperluan sehari-hari yang kata Sandi hanya mendapatkan cabe dan bawang saja.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa dengan naiknya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika juga mengakibatkan tempe menjadi sangat mahal, setipis ATM kata Sandi. Ini kan sebuah pembohongan public, public dibuat panik dengan berbagai pernyataan yang menyesatkan dan tidak benar.

Dan sekarang Sandi kembali mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa harga makan siang di Jakarta lebih mahal dibandinga di Singapura. Maksudnya apa sih..?

Apa iya, sampai segininya Sandi berusaha pengaruhi masyarakat agar memilih dia, yang seakan dia adalah pahlawan yang akan menurunkan semua harga bahan pokok di Indonesia..? Gak gitu juga kali.?!

Ini kan cuma akal-akalan Sandi aja, yang sengaja ia bikin untuk menarik simpati masyarakat Indonesia, namun cara menarik simpati masyarakat itu tidak tepat. Jadi terkesan justru membohongi masyarakat dengan data-data yang  tidak tepat.

Masyarakat sudah cerdas Boss, tak perlu di jejali dengan hal-hal yang menyesatkan. Jika ingin dipilih masyarakat, coba kasih program yang bagus yang bisa diaplikasi untuk masyarakat yang dapat menaikkan taraf ekonominya, dan bukan dengan hal-hal yang konyol.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.