212 dan Deklarasi Prabowo-Sandi


Usamah Hisyam menceritakan alasan dirinya mengundurkan diri dari Persaudaraan Alumni (PA) 212. Penasehat PA 212 itu mengundurkan diri dengan alasan PA 212 telah dicemari dengan kegiatan politik.
Ia menyampaikan surat pengunduran dirinya melalui surat langsung kepada Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif.

Usamah mengungkapkan keprihatinannya kepada PA 212, Ia mengatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir, terutama memasuki tahapan Pileg dan Pilpres 2019, dirinya melihat arah perjuangan PA 212 sudah tidak murni lagi sesuai apa yang diharapkannya.
Gerakan 212 sudah tersusupi oleh kepentingan tertentu yang mengarah pada tim sukses salah satu capres yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan bukan lagi wadah persatuan ummat Islam Indonesia.

Sebelumnya telah beredar surat izin kepada Polri dari PA 212 dalam rangka mengelar acara Jambore Nasional Relawan 212. Di dalam surat tersebut jelas tercantum kegiatan pelatihan bagi relawan Prabowo-Sandiaga.
Hal ini merupakan bukti bahwa acara tersebut sangat kental dengan nuansa politis sebagai kegiatan pemenangan Prabowo-Sandi, walaupun merekan selalu mengelak jika dimintai keterangan.
Salah satu agenda Reuni 212 juga terindikasi paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam wewujudkan khilafah di Indonesia.
Hal ini diperkuat dengan adanya rencana operasi hitam pengibaran bendera HTI dalam acara Reuni 212 tersebut.

HTI telah melakukan pelecehan terhadap bendera tauhid dengan membawanya dalam kegiatan yang bertentang dengan syariat yaitu demonstrasi. Seperti halnya PKI, HTI adalah organisasi yang secara resmi telah dibubarkan dan dilarang di Indonesia karena anti Pancasila serta ingin mengantinya dengan paham khilafah.

Namun mereka tak menghiraukan dan tetap akan menggelar acara itu karena dalam acara itu akan digelar juga deklarasi dan dukungan kepada Prabowo-Sandi.
Dengan demikian, Gerakan 212 bukan lagi aksi untuk bela Islam, apalagi acara silaturahmi melainkan gerakan politik yang telah disusupi oleh tim pemenangan capres dan organisasi politik terlarang yakni HTI dalam mewujudkan khilafah di Indonesia.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.