Capres Paling Suka Menghina


Calon presiden yang diusung Partai Gerindra dan koalisinya Prabowo Subianto pernah menyindir kelemahan dan sifat bangsa Indonesia yang kadang-kadang terlalu ramah, naif, lugu dan goblok (bodoh). 

"Bangsa Indonesia ini kadang-kadang terlalu ramah, naif, lugu dan kadang-kadang goblok (bodoh). Sifat ramah ini sebenarnya manjadi karunia sekaligus kejelekan bangsa Indonesia," kata Prabowo di depan kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menanggapi pernyataan Prabowo itu, banyak kalangan yang justru membully balik Prabowo. Salah satu orang yang tak terima akan pernyataan Prabowo kemudian menulis ini dengan harapan Prabowo membacanya, berikut petikannya;

‘’Maaf bapak Prabowo, yang goblok itu bukan bangsa Indonesia, tetapi yang goblok itu adalah koruptor-koruptor di dalam 'Koalisi Tenda Besar' anda.’’ Kata warga yang tak mau disebutkan Namanya.

Mereka menjadi pejabat Negara bertujuan untuk memperkaya diri, mereka berasal dari berbagai kalangan, ada yang dari kalangan pengusaha, mantan aktivis, Menteri, anggota DPR/DPRD, bahkan ada juga yang berprofesi sebagai tokoh agama.

‘’Meskipun mereka sebagian besar berpendidikan tinggi, tetapi tanpa sungkan mereka merampok uang Negara. Jadi bapak Prabowo mohon maklum peringatan kami sekali lagi bahwa yang goblok itu adalah koruptor-koruptor di dalam 'Koalisi Tenda Besar' anda.’’ lanjutnya.

‘’Bukan kami yang menenggelamkan Sidoarjo dengan lumpur! Bukan kami yang mengemplang pajak! Bukan kami yang melakukan korupsi Hambalang! Bukan kami yang melakukan korupsi impor daging sapi! Bukan kami yang melakukan korupsi Al-Qur'an! Bukan kami yang melakukan korupsi dana Haji!’’ sambungnya.

‘’Bukankah bapak Prabowo sendiri yang dulu sebut mereka sebagai maling, penjahat, sengkuni dan kurawa? Lebih goblok lagi, kenapa bapak Prabowo sekarang merangkul dan memuji koruptor-koruptor tersebut demi memperoleh dukungan politik?’’ tutupnya.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.