Driver Ojek Online Tuntut Prabowo Minta Maaf + Ruqyah


Ribuan massa ojek on line di Jakarta mengadakan demo menuntut Prabowo meminta maaf atas pernyataan dirinya yang menghina profesi tukang ojek, khususnya pengemudi ojek on line.
Karena sebelumnya, dalam Indonesia Economic Forum 2018, pada hari Rabu (21/11/2018), Prabowo berbicara dengan bahasa yang merendahkan para tukang ojek on line.
Hanya karena meme yang menggambarkan tingkat Pendidikan dari SD,SMP,SMA lalu tukang ojek online, Prabowo tak sadar menghina profesi tukang ojek online.

Dengan adanya aplikasi ojek online justru sangat membantu kita dalam mobilitas kerja kita, nah lalu kenapa Prabowo seakan meremehkan profesi tukang ojek..? ini akan kembali menjadi polemic yang berkepanjangan.
Prabowo ingin membuat perubahan di Indonesia dengan sangat eksrtim, jadi terkesan memaksakan sesuatu yang tak mungkin ia bisa lakukan. Coba saja bayangkan jika semua masyarakat Indonesia menjadi pengusaha, insinyur, pilot, tak jadi pelayan, semua punya kafe sendiri dan punya perusahaan sendirim, tak hanya menjadi kuli.

Coba bayangkan jika semua orang di Indonesia menjadi apa yang Prabowo impikan, semua orang jadi pengusaha, semua orang jadi insinyur, lalu siapa yang akan bekerja dan siapa yang akan jadi pembeli jika semuanya menjadi pengusaha..?.
Prabowo merasa miris denga trend pemuda Indonesia yag memilih profesi menjadi tukan ojek online begitu lulus SMA, tapi ya jangan merendahkan tukang ojek dong, apalagi merendahkan kuli, kayawan dan lain-lain.

Justru seharusnya kita harus terus memacu keterampilan anak muda Indonesia untuk lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam menghadapi ekonomi global seperti yang terjadi saat ini.
Rencananya akan ada demo besar-besaran yang akan dilakukan besok. Para pemgemudi ojek on line akan mendatangi kantor Gerindra dan akan memaksa Prabowo untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menghina tukang ojek.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.