Elektabilitas Prabowo Turun Di Boyolali


Pernyataan Prabowo yang menyebut “tampang Boyolali” sebagai representasi wajah-wajah miskin yang tak kuat masuk ke hotel-hotel mewah tersebut rupanya berbuntut panjang. Bukan saja banyak orang Boyolali yang geram, namun Prabowo juga banyak dibully di medsos.
Puncaknya, pernyataan Prabowo tersebut akhirnya membuat Prabowo dilaporkan oleh seorang warga Boyolali yang merasa tersinggung dan tak terima dengan pernyataan Prabowo soal “Tampang Boyolali”.

Tak hanya itu, Puluhan ribu orang warga tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat melakukan aksi turun ke jalan-jalan, Minggu (4/11), memprotes keras dengan berorasi "Save Tampang Boyolali", terkait pidato Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto.
Puluhan ribu warga itu melakukan aksi protes dilakukan pada beberapa titik dan juga membawa beberapa poster yang intinya memprotes pidato Prabowo Subianto yang dinilai melecehkan warga Boyolali, di Bundaran Simpang Lima Patung Kuda Boyolali, Tugu Susu Murni, dan Gedung Mahesa Dome Boyolali.

Bahkan, sejumlah warga selain mengendarai sepeda motor keliling kota, juga dengan membawa bendera merah putih dengan ukuran raksasa yakni sekitar 50x20 meter di bawah sambil berorasi "Save Tampang Boyolali". Menurut Bupati Boyolali Seno Samodro dapat dilihat sendiri puluhan ribu warga Boyolali menggelar kegiatan Forum Boyolali Bermartabat.
Mereka banyak menyampaikan aspirasi yang merasa kecewa dan memprotes keras terkait pernyataan Prabowo Subianto soal tampang masyarakat Boyolali yang tidak pantas masuk hotel mewah.
“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini…”

Begitu kata Prabowo dalam saat berpidato di Boyolali pada Selasa, 30 Oktober 2018 lalu.
Warga Boyolali merasa tersinggung dan terlecehkan dengan pidato Prabowo karena pidato tersebut seolah-olah menggambarkan bahwa warga Boyolali adalah warga yang miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel mewah.
“Jadi saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel, padahal yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering,” ujar Dakun warga Boyolali.
Warga mengatakan bahwa apa yang diucapkan oleh Prabowo sangat tidak pantas, terlebih diucapkan oleh seorang calon Presiden.

Kader-kader dan para pengurus cabang Gerindra Boyolali bertahun-tahun berusaha untuk menarik massa, dan Prabowo dalam dua detik menghancurkannya.
Ketua DPRD Boyolali S Paryanto mengatakan, kegiatan warga Boyolali melakukan aksi protes atas pidato Prabowo Subianto yang secara tidak langsung dinilai melecehkan masyarakat Boyolali murni secara spontan.
Kegiatan tersebut, murni dari gerakan masyarakat, sehingga pihaknya hanya ikut mendorong untuk bersama-sama dan tidak ada muatan apa pun dari seluruh elemen masyarakat yang tersebar pada 19 kecamatan di Boyolali.

"Prabowo harus meminta maaf kepada warga Boyolali, karena masyarakat banyak yang berhasil di Jakarta dan luar negeri. Hal ini murni dari masyarakat dan kami ikut solidaritas masyarakat," katanya.
Warga sangat kecewa dan protes keras soal warga Boyolali dibilang jika masuk ke hotel mewah akan diusir karena tidak pantas. Video yang melecehkan warga Boyolali itu, menjadi viral hingga sekarang.
Karena alasan itu, warga Boyolali kemudian melakukan protes turun ke jalan-jalan, dan sekitar 20.000 orang lebih hadir menyatakan pernyataan itu, sebuah bentuk pelecehan terhadap warga Boyolali.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.