[HTI] Teroris Berkedok Islam


Ada yang ingin membentuk Negara Islam Suriah Syiria, tapi kerjanya menculik, membunuh, memperkosa, membakar orang hidup-hidup, memenggal kepala tahanannya dan tindakan keji dan lain sebagainya.
Ada juga yang ingin menegakkan Negara Islam Indonesia tapi faktanya ingin membunuh Ulama NU dan membantai rakyat Indonesia yang tidak bersalah.
Yang katanya front pembela agama tapi kelakuan malah merusak Islam itu sendiri. Imam besarnya yang fasih mencaci maki orang lain, menghina agama lain dan lain sebagainya malah sekarang kabur keluar negeri, dan gak berani balik ke Indonesia.
Ada juga yang ngaku partai Islam ‘dakwah’ tapi mantan orang nomor satunya aja korupsi sapi. Bahkan Presidennya "menghalalkan" kampanye negatif !
Ada yang ngaku Pembela Ulama, tapi sekjennya saat ini pernah terbukti ingin merebut kekuasaan di Indonesia ‘kudeta’.

Mari kita bahas, Kita mulai dari Pendiri Hizbut Tahrir. Pendirinya adalah salah satu orang yang ada dalam institusi rahasia milik kelompok teroris Ikhwanul Muslimin. Dan Hizbut Tahrir Indonesia adalah bagian dari Hizbut Tahrir
Masih percaya dengan Hizbut Tahrir Indonesia bagian dari Hizbut Tahrir yang pendirinya adalah bagian dari kelompok teroris Ikhwanul Muslimin (IM) ?
Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan oleh Hasan Al Banna. IM memiliki sebuah lembaga/institusi rahasia yang bernama Tandhimul Jihad dimana kadernya dilatih dengan cara militer dan didoktrin untuk setia kepada Mursyid.

Pada tahun 1948 Tandhimul Jihad ikut berperang melawan Israel (yang belum menjadi negara). Setelah perang yang dimenangkan oleh Israel, Tandhimul Jihad kembali ke Mesir (tempat lahirnya Ikhwanul Muslimin). Di dalam kelompok Tandhimul Jihad itu ada seorang yang bernama Taqiuddin Alnabani. Dan Taqiuddin Alnabani ini adalah pendiri Hizbut Tahrir.
Dan faktanya sekarang, Ikhwanul Muslimin sudah dijadikan sebagai kelompok teroris di Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain

Jika pendiri Hizbut Tahrir adalah bagian dari kelompok teroris Ikhwanul Muslimin (IM), tak heran jika Hizbut Tahrir juga berkelakuan seperti teroris yang ingin merebut kekuasaan di sebuah negara yang sah berkedok menegakkan khilafah.
Selain suka ‘mengkafirkan’ orang di luar Hizbut Tahrir, Hizbut Tahrir juga ditengarai terlibat dalam beberapa kudeta di Timur Tengah. Menurut Musa Kaylani (2014), pada dekade tahun 1960-an, para aktivis Hizbut Tahrir terlibat dalam kudeta di Jordania dan di Tunisia pada dekade 1970-an. Pada 1974 juga para aktivis Hizbut Tahrir terlibat dalam kudeta di Mesir.

Jadi sudah jelas kan, jika Hizbut Tahrir itu adalah teroris yang haus kekuasaan berkedok Islam dengan dalih menegakkan khilafah. Indonesia adalah negara ke-21 di dunia yang melarang dan membubarkan kelompok teroris Hizbut Tahrir pada tahun 2017 lalu.
Mari berfikir secara logika,  jika Indonesia adalah negara pertama yang melarang HTI, mungkin fitnah itu akan mudah diterima. Tetapi faktanya, puluhan tahun yang lalu, Hizbut Tahrir sudah dilarang di negara lain sebelum Indonesia.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.