Janji Manis Sang Calon WAPRES


Sandi orang yang cukup royal, sehingga Prabowo pun dibuat tak berdaya. Sandi begitu diistimewakan. Prabowo merasa Sandi berhak untuk mendapat keistimewaan dari dirinya setelah sudah banyak berkorban logistik dalam Pilkada DKI yang lalu.
Sandi memang konglomerat kaya raya, publik mengakui hal itu. Soal menggelontokan sebagian hartanya, bagi Sandi bukan masalah asalkan bisa mendukung karir politik Sandi.
Memang benar Sandi tidak sungkan-sungkan untuk mengeluarkan dana pribadinya untuk menarik minat masyarakat untuk bergabung ke OK OCE. Sebagai program andalan, Sandi ingin OK OCE diminati masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang ikut OK OCE, bisa menjadi indikator kesuksesan OK OCE.

OK OCE memang begitu menarik bagi masyarakat, saat masih kampanye. Pasalnya, OK OCE menjanjikan masyarakat akan dimodali, diberi latihan dan dicarikan pembeli. Namun OK OCE menjadi tak menarik saat Sandi sudah menjadi wakil gubernur DKI.
Realitanya sangatla berbeda. OK OCE hanya membantu masyarakat meminjam uang di BANK. Masyarakat juga tidak dicarikan pembeli, dan yang lebih memprihatinkan adalah belakangan ini, ada minimarket OK OCE yang akhirnya gulung tikar.
Setelah Sandi mundur dari wakil gubernur DKI karena maju jadi cawapres, OK OCE semakin banyak masalah. Belakangan, terkuak bahwa Sandi pernah menjanjikan hadiah bagi peserta OK OCE yang beruntung. Hadiah itu berupa umroh.
Sandiaga telah bertemu Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta guna membahas janjinya saat masih menjabat Wagub. Pertemuan tersebut juga menegaskan soal hadiah ibadah umrah untuk 40.000 pendaftar program OK OCE. Sandi menekankan dan menegaskan bahwa hadiah umroh untuk peserta OK OCE kewajiban Pemprov DKI.
Sebelumnya Sandi mengatakan bahwa biaya untuk hadiah umroh tersebut akan diambil dari kocek pribadinya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya.

"Awalnya kan memang Pak Sandi siapin dana pribadi. Dulu bilang dari Bang Sandi. Dengan sekarang kondisi yang memang dia sudah berhenti. Logisnya nggak dari APBD, dia sudah jadi cawapres. Sempat sudah ada di APBD dan dianggarkan di Pemprov. Tapi di sebelah mana dan dari pihak mana jawabannya dari Biro Perekonomian," kata Ketua Persatuan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya ketika dihubungi, Selasa (28/8) lalu.
Hebatnya, setelah tidak lagi menjadi wakil gubernur DKI, dengan seenaknya Sandi mengatakan bahwa hadiah umroh peserta OK OCE akan ditanggung APBD DKI. Ini jelas tidak sesuai yang dijanjikan, karena menggunakan APBD tanpa perencanaan.
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi meradang dan mengatakan akan menolak usulan tersebut.
"Nggak setuju, kalau janji dia pakai operasional. Ya pakai uang pribadi dia dong," kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di DPRD DKI, Rabu (12/9/2018).

Sebenarnya tak sulit bagi Sandi untuk mengeluarkan koceknya untuk hadiah umroh bagi peserta OK OCE. Namun karena sudah tidak memiliki kepentingan di DKI, Sandi pun ogah merogoh kocek dan melemparkan tanggung jawab hadiah umroh ke Pemprov DKI.
Bukannya mewariskan yang baik-baik saat mundur dari waki gubernur DKI, Anies justru mewariskan masalah bagi Pemprov DKI. Anies pun dibuat pusing. Anies tidak memiliki uang untuk membayar hadiah umroh yang dijanjikan Sandi. Ketua DPRD pun siap menolak keras hadiah umroh yang dijanjikan Sandi akhirnya menggunakan APBD.
Hadiah umroh bagi peserta OK OCE tidak masuk APBD. Pasalnya, Sandi berjanji menggunakan dana pribadi untuk hadiah. Jika mendadak dialihkan pakai dana APBD, ini pasti ga bener..!
Bagaimana bentuk laporan pertanggung jawabannya nanti? Hal ini yang membuat Ketua DPRD DKI meradang dan peserta OK OCE kecewa berat. Mereka yang telah tahu kelakuan Sandi tak akan memilihnya di Pilpres 2019 nanti.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.