Jawa Barat Target Adu Domba


Jawa Barat sebagai salah satu daerah di Indonesia yang akan menjadi lumbung suara bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto- Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Jawa Barat akan menjadi pertaruhan suara untuk Prabowo-Sandiaga. Mengingat suara di Jabar yang kini terbelah dengan suara yang beralih mendukung petahana, tak ada cara lain untuk merauknya yaitu dengan membenturkan berbagai isu diantaranya adalah mengadu domba umat Islam dengan Oramas Islam dan HTI yang ternyata masih ada di Jawa Barat.

Selain itu, untuk memantapkan agar suara yang bisa diraih signifikan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai progam dan strategi khususnya, salah satunya dengan menggunakan isu agama yang di bentrokkan.
Banyaknya jumlah pemilih di kawasan barat Pulau Jawa ini, membuat Tim Prabosan memutar otak untuk merebutnya.
Harus sigap dan cepat dalam mengamankan kekuatannya. Tak heran bila kemudian mereka mulai melakukan berbagai manuver yang menghalalkan berbagai cara.

Besarnya populasi yang dimiliki provinsi ini, menjadikan Jabar wilayah yang paling strategis dari sisi politis dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.
Berdasarkan jumlah suara di Pilpres 2014 yang dirilis KPU, Jabar memiliki 23,69 juta suara. Karakteristik pemilih di Jabar pun termasuk unik, karena perilakunya masih dipengaruhi oleh orientasi masyarakat yang cenderung mengutamakan sisi religius dan popularitas.

Mayoritas masyarakat Jabar yang masih tradisional, lebih mengedepankan isu-isu nonsubstansi, sehingga kepopuleran masih unggul dibandingkan kompetensi dan konsistensi program yang diusung oleh pasangan kandidat Capres dan Cawapres.
Ada sekitar 20 persen pemilih pemula potensial yang menjadi target para kandidat. Menurut KPU Jabar, pemilih pemula SMA dan mahasiswa tingkat awal akan mempengaruhi tingkat partisipasi publik.

Partisipasi golongan muda ini tak hanya besar, tapi memiliki standar keingintahuan yang juga besar, tingkat ekspektasi tinggi, tak mudah dikibuli, dan lebih ke personal dibandingkan Partai politik di tanah air.
Karakteristik ini yang membuat Pasangan Prabosan beradu cepat dengan rivalnya. Cara cepat untuk merauk suara adalah dengan menjatuhkan lawan dengan mengadu domba. Mengingat besarnya masyarakat yang religious, yang di anggap mudah diprovokasi.

Masyarakat Jabar dalam kondisi yang darurat walau terlihat tenang. Maka dari itu diharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya di Jabar untuk pandai-pandai menyaring dan memilah segala bentuk informasi yang beredar. NKRI adalah harga mati, jangan mau diprovokasi dengan embel-embel bela kalimat Tauhid. Karena sejatinya Islam itu adalah cinta damai.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.