Prabowo Tak Akan Dapat Suara Dari Tukang Ojek


Prabowo kembali membuat kesalahan, dalam Indonesia Economic Forum 2018, Prabowo berpidato dengan bahasa Inggris. Ia berbicara tentang berbagai hal, termasuk mengemukakan data soal Indonesia.
Hanya karena meme yang menggambarkan tingkat Pendidikan dari SD,SMP,SMA lalu tukang ojek online, Prabowo tak sadar menghina para tukang ojek online.
Kenapa tukang ojek online, maraknya system online yang sekarang dipakai di Indonesia membuat semua menjadi mudah dan cepat, coba bayangkan jika tak lahir ojek online, apa jadinya Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, huuhhh.. pasti macet.
Dengan adanya aplikasi ojek online justru sangat membantu kita dalam mobilitas kerja kita, nah lalu kenapa Prabowo seakan meremehkan profesi tukang ojek..? ini akan kembali menjadi polemic yang berkepanjangan.

Prabowo ingin membuat perubahan di Indonesia dengan sangat eksrtim, jadi terkesan memaksakan sesuatu yang tak mungkin ia bisa lakukan. Coba saja bayangkan jika semua masyarakat Indonesia menjadi pengusaha, insinyur, pilot, tak jadi pelayan, semua punya kafe sendiri dan punya perusahaan sendirim, tak hanya menjadi kuli. Coba bayangkan jika semua orang di Indonesia menjadi apa yang Prabowo impikan, semua orang jadi pengusaha, semua orang jadi insinyur, lalu siapa yang akan bekerja dan siapa yang akan jadi pembeli jika semuanya menjadi pengusaha..?.
Ya Tuhan… saya sendiri bingung, apa sih yang ada di pikiran Pak Prabowo, kenapa selalu menggebu-gebu, coba deh pak, kalau membikin statement itu di konsep dulu dehh…
OK Prabowo merasa miris denga trend pemuda Indonesia yag memilih profesi menjadi tukan ojek online begitu lulus SMA, tapi ya jangan merendahkan tukang ojek dong, apalagi merendahkan kuli, kayawan dan lain-lain.

Jika saya menilai, ini adalah bentuk pesimistis Prabowo, yang selalu mengangap profesi yang berada di bawah itu adalah profesi yang kurang baik, bukannya hidup bersosial itu harus saling menguntungkan..? Perusahaan butuh karyawan dan karyawan butuh pekerjaan..?.
Bukankah profesi tukang ojek adalah profesi yang halal..? seharusnya profesi ini tak disinggung Prabowo dalam menkritisi kondisi perekonomian saat ini. Belum sembuh orang Boyolali yang telah dihina, sekarang Prabowo hina tukang ojek online.

Justru ojek online asal Indonesia mendapatkan jelar ‘’startup unicorn’’ dari 10 negara di Asean, Ada Nadiem Makarim Go-Jek, ada Zaki Bukalapak, dan lain-lainnya. Artinya anak-anak muda kita ini tak kalah dengan negara lain. Jadi jangan sampai ada yang merasa inferior.
Unicorn adalah sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas 1 miliar dolar AS. Kualitas dan keunggulan yang dimiliki anak-anak muda Indonesia sebenarnya tak kalah dengan anak-anak muda dari negara lain.
Justru seharusnya kita harus terus memacu keterampilan anak muda Indonesia untuk lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam menghadapi ekonomi global seperti yang terjadi saat ini.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.