Prabowo Tak Percaya Hasil Lembaga Survei Nasional


Calon presiden Prabowo Subianto selalu marah dan naik darah jika ditanya masalah survei yang selalu kalah dari rivalnya Jokowi. Ia mengatakan akan buat survei internal sendiri.
Sebelumnya, beberapa lembaga telah merilis hasil survei tentang elektabilitas capres dan cawapres. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf selalu unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga.
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sekitar di atas 50 persen, sedangkan Prabowo-Sandi masih di kisaran 30 persen. Terpaut jauh.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi santai hasil survei dilakukan mengenai elektabilitas capres-cawapres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Berdasarkan survei SMRC, elektabilitas Jokowi mencapai 60,4 persen dan Prabowo 29,8 persen.
"Wajar bila Petahana surveinya lebih tinggi, dan itu terjadi dibanyak tempat, namun belakangan ini terlalu sering lembaga survei salah dan hasilnya petahana kalah," kata Dahnil.

Menurut Dahnil, hasil survei tersebut tak bisa menjadi rujukan terhadap hasil pemilihan akhir. Dia mengambil contoh saat penyelenggaraan Pilkada DKI 2012 dan 2017 lalu.
Survei yang dilaksanakan LSI Denny JA pada 10-19 Oktober 2018 lalu, atau setelah terungkapnya kebohongan Ratna Sarumpaet, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 57,7 persen.

Dari hasil survei, keduanya tetap unggul dibandingkan lawannya, Prabowo-Sandiaga yang diam di angka 28,6 persen. Sedangkan pemilih belum memutuskan sebesar 13,7 persen.
Melihat hasil tersebut, cawapres Sandiaga Uno tak percaya hasil survei yang dibuat LSI, lantaran berbeda dengan survei tim internalnya yang elektabilitas naik mengejar Jokowi-Ma'ruf.

"Tentunya itu tambahan data yang kita apresiasi, tapi survei kami yang baru dirilis kepada tim karena survei kami internal dan tidak pernah kami publikasikan karena ini bagian daripada strategi, kedudukan kami mengejar," kata Sandiaga.
Sementara itu Capres Prabowo juga menanggapi hasil survei LSI Denny JA. Menurutnya, hasil survei tergantung siapa yang bayar.

"Hah Denny JA, terima kasih hahaha, Survei-survei itu bagaimana yang bayar, kenapa enggak ada yang nanya soal susu sih, tanyanya soal susu," katanya saat jumpa pers usai deklarasi Gerakan Emas di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/18) lalu.
Prabowo langsung mencibir si Denny JA. Ia mengatakan Denny JA itu bukan siapa-siapa, Prabowo menuding, seluruh survei Nasional itu bisa di sogok alaias di bayar.

"Kenapa survei Denny JA, Denny JA itu apa? Tuhan? bukan kan? di bidang polling. Santai saja nanti saya juga bisa bikin polling," ujar Prabowo sambil manyun.
Prabowo mungkin lupa, 2014 lalu saat dirinya mencalonkan menjadi Presiden, juga membayar Lembaga Survei INES, yang memberikan hasil berbeda dengan Lembaga Survei Indonesia yang lain. Dan Lembaga Survei bayaran Prabowo itu kini gulung tikar.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.