Sandiaga Tidak Punya Sopan Santun Saat Berada Di Makam


Safari politik cawapres nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno ke wilayah Jawa Timur beberapa waktu yang lalu menuai polemic yang berkepanjangan.
Berawal dari kunjungannya ke Jawa Timur tepatnya di Jombang Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang.
Saat tiba di lokasi, keduanya pun langsung disambut hangat oleh KH Abdussalam Shohib selaku Pengurus Pondok Pesantren. Selain untuk berislaturahmi dengan para Kiai dan pengasuh Ponpes, PraboSan juga akan berziarah ke salah satu tokoh Kharismatik Nahdlatul Ulama KH Bisri Syansuri.

Kiai Bisri Syansuri merupakan pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Ia lahir dari keturunan yang memiliki jalur keulamaan di pihak ibunya. Keluarganya menurunkan beberapa orang ulama besar dalam beberapa generasi, seperti Kiai Khalil dari Lasem dan kiai Ma'sum serta Kiai Baidawi dari Tayu.
Seusai pertemuan, Prabowo-Sandi bersama para rombongan didampingi oleh KH Abdussalam Shohib melakukan ziarah ke makam KH Bisri Syansuri. Karena Salah satu cara untuk menghormati orang yang telah meninggal adalah merawat dan menziarahi makamnya berikut menjaga adab-adab di dalamnya.

Karena bagaimanapun, orang yang telah meninggal statusnya sama dengan orang yang masih hidup dalam hal kewajiban untuk menghormatinya. Dalam berbagai kitab fiqih dijelaskan, “Menghormati mayit sama halnya dengan menghormati orang yang masih hidup.”
Dalam ziarah itu terlihat Sandiaga Uno melangkahi makam KH Bisri Syansuri, dengan santai dan cuek, Sandi melangkahi makam seusai menaburkan bunga.
Manusia sangat dimuliakan dalam Islam, tak hanya ketika hidup tapi juga ketika meninggal dunia. Tidak bernyawa bukan berarti setara dengan benda mati atau boleh merendahkan jenazah dan kuburannya. Apalagi bila jasad yang bersemayam adalah dari kalangan orang-orang saleh.

Lalu apakah melangkahi kuburan termasuk merendahkan mayit?
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Sodik Mujahid mengatakan kepada wartawan, cara menaburkan bunga di makam itu tak diatur oleh syariat.
"Cara mengirim bunga di makam dan ke makam tidak diatur oleh syariat. Hanya kebiasaan kita. Bahkan di negeri asal Nabi Muhammad SAW di Arab tidak ada budaya memberi bunga ke makam," katanya.
Elite PBNU Nasyirul Fallah Amru (Gus Fallah) menyebut cara cawapres Sandiaga Uno menaburkan bunga saat berziarah ke makam  Kiai Bisri Syansuri seperti memberi makan pada ternak.

Tak hanya itu, Juru Bicara TKN TB Ace Hasan Syadzily juga mengatakan tindakan Sandi itu tak akan terjadi jika yang bersangkutan bukan ziarah politik.
Ia menyesalkan perbuatan Sandi tersebut. Ia berkata mereka yang terbiasa berziarah pasti paham etika yang berlaku saat berkunjung ke permakaman, terutama makam orang yang disepuhkan.

Aksi Sandi itu sebelumnya juga dipertanyakan oleh Candra Malik, Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU). Dalam unggahannya di Instagram, Candra mengatakan Sandi melangkahi salah satu tokoh Islam yang ikut mendirikan NU.
Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya menjelaskan:
“Sungguh aku berjalan di atas bara api atau pedang, atau aku menjahit sandalku menggunakan kakiku, lebih aku sukai daripada aku berjalan di atas kuburan orang Muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Kandungan makna yang terdapat dalam hadits di atas salah satunya bahwa melangkahi kuburan atau berjalan di atasnya merupakan bentuk perilaku yang tidak beretika.
Kesimpulan ini bisa ditangkap dari kalimat “berjalan di atas bara api dan pedang” sebagai sesuatu yang niscaya tidak diinginkan oleh siapa pun.

Hal yang telah dijelaskan di atas ketika ditinjau dari sudut pandang adab. Berbeda halnya ketika permasalahan melangkahi kuburan ini dikaitkan dengan hukum fiqih.
Melangkahi kuburan secara fiqih adalah makruh untuk dilakukan oleh seseorang. Hukum makruh ini selamanya tetap kecuali ketika tidak ada jalan alternatif sama sekali untuk menuju tempat tujuan.

Kesimpulannya adalah Sandi tidak bisa menghormati orang yang sudah meninggal, tidak punya etika, jika dia seorang yang intelektualnya tinggi, hal itu tidak akan ia lakukan walaupun itu adalah hal yang tidak di sengaja.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.