Tim Asbun Prabosan


Mardani Ali Sera sang Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, menjelaskan, kondisi pendidikan di Indonesia yang memprihatinkan dan masih perlu diperbaiki. Salah satu caranya adalah menaikkan gaji guru.
Gaji guru akan dinaikkan menjadi Rp 20 juta perbulan. Kenaikan gaji guru menjadi 20 juta tersebut dinilai akan berimbas pada meningkatnya kualitas Pendidikan, kata Mardani tanpa ragu.

Apabila pemerintah Prabowo-Sandi nanti dapat menaikkan gaji guru menjadi Rp 20 juta per bulan, Mardani menilai akan meningkatkan kualitas guru Indonesia.
Hal tersebut lantaran nantinya pemerintahan kita bisa menyeleksi guru-guru yang terbaik. Terlebih, kata Mardani, jika hal tersebut dapat terwujud, tak menutup kemungkinan ada guru dari luar negeri yang ke Indonesia untuk mengajar.

Pertanyaannya adalah guru apa yang mau di gaji RP 20 juta perbulan..? guru TK, SD, SMP, SMA atau Guru Ngaji..? Mardani seharusnya tidak asal bicara saja, semua ini perlu pengkajian terlebih dahulu.

Prabowo dan Sandi mengetahui kabar ini langsung terkejut, dan langsung memarahi Mardani, Prabowo bilang jangan sembarang beri statement
Jangan sampai nantinya akan menjadi harapan palsu yang justru bisa menjadi polemik yang berkepanjangan.

Kemudian akan ada guru dari luar negeri, ini sungguh pernyataan yang sangat kontroversial, coba fikir, jika mendatangkan guru asing, apakah akan menjamin Pendidikan di Indonesia akan menjadi baik..? memangnya tak ada guru di Indonesia yang berkualitas, hingga harus mendatangkan guru dari asing. (katanya anti asing..??!!!)
Coba anda bayangkan, jika hanya guru terbaik yang dapat gaji 20juta, lah guru yang lain bagaimana nasibnya, seperti pernyataan Mardani berikut ini;

“Perbaikan utama mau tak mau gaji guru dinaikkan, diseleksi secara baik. Gurunya yang terbaik. Kalau gaji guru Rp 20 juta, nanti orang-orang di seluruh dunia datang (ke Indonesia) mengajar anak kita. Nanti disiapkan kepala sekolahnya dari kita,” kata Mardani dengan melambai.

Beginilah jika orang-orang yang tak berkompeten diajak berpolitik, jadi ngawur jika diberi kepercayaan untuk berbicara di depan publik.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.