Tolak Politisasi Agama di Reuni 212


Niat mulia untuk mewujudkan kecintaan umat Islam pada keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi mulai terlihat memudar.
Karena aroma politik sangat kental dalam acara reuni 212 itu, politik uang terlihat sangat nyata. Dengan massa 212 yang sangat banyak, yang datang dari luar daerah, akan dapat mendongkrak suara salah satu pasangan calon. Khususnya pasangan Prabowo-Sandi.

Mungkin karena latar belakang religius yang sangat kuat dan semangat membela Islam, membuat mereka sangat mudah untuk dikendalikan. Karena faktanya mereka tak tahu tujuan mereka yang sebenarnya untuk siapa.
Bagaimana mungkin mereka (PA 212) mengatakan bahwa reuni 212 tidak bermuatan politik, Sementara pelaksananya masuk dalam bagian politik praktis.

Dari informasi yang beredar, beberapa tokoh yang jelas mendukung pasangan Prabowo-Sandi akan hadir dalam acara reuni akbar tersebut.
Menang dalam Pilpres 2019 adalah target utama pasangan Prabowo-Sandi, apapun caranya dan apapun resikonya akan tetap dijalankan, karena mereka telah menyiapkan kambing hitam.
Kabarnya Sandi telah menyiapkan dana 5 Triliun lebih untuk memenangkan Pilpres. Jadi jika Prabowo dan Sandi bicara kehabisan dana untuk kampanye dan meminta sumbangan itu hanya kepura-puraan semata.

Karena kami mendapat bocoran bahwa dana dari pusat telah turun. Dan jumlahnya sangat fantastis yaitu 2,5 M per kabupaten di seluruh Indonesia untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
Bayangkan sendiri berapa dana yang mereka keluarkan untuk menang, berapa kabupaten yang ada di Indonesia. Jika mereka bilang tak punya uang untuk kampanye, apakah anda percaya..?

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.