Berkunjung ke Aceh, Prabowo Ditantang Baca Al-Quran


Prabowo Subianto, Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 02, dipastikan akan memenuhi undangan Muzakir Manaf alias Mualem untuk menghadiri peringatan Tsunami Aceh yang di pusatkan di TPI Lampulo, Banda Aceh, pada 26 Desember 2018 mendatang.

Kedatangan Capres hasil Ijtima’ ulama tersebut ke Serambi Mekah dinilai sebagai momen yang tepat untuk membuktikan dirinya mampu membaca Al-Quran di hadapan masyarakat.

“Calon pemimpin yang direkomendasikan oleh hasil Ijtima’ harus mampu membaca Al-Quran, apalagi di Aceh. Sama halnya dengan pemilihan anggota Legislatif, Bupati, Walikota dan Gubernur, sudah selayaknya Calon Presiden yang akan dipilih oleh masyarakat Aceh juga harus bisa membaca Al-Quran,” kata Samsul B Ibrahim, Wakil Ketua Umum DPP Teman Jokowi, Minggu (23/12/2018).

Kemampuan uji baca Al-Quran bagi calon pemimpin di Aceh, kata Samsul, adalah kekhususan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun tentang Pilkada. Sebaiknya, kata pria kelahiran Aceh Besar itu, Prabowo dapat membaca Al-Quran di depan umat.

“Masyarakat akan percaya bila Prabowo benar-benar membawa aspirasi ulama setelah ia membaca Al-Quran secara langsung. Apalagi Prabowo merupakan Capres rekomendasi Ijtima Ulama, kita yakin Prabowo pasti mampu dan tidak akan membuat ulama malu,” sebut Samsul.

Menurut Samsul, ulama Aceh harus mengawal dan menjamin sosok Prabowo mampu diandalkan sebagai Capres yang dinilai sangat Islami. Karena bagi masyarakat Aceh, sosok pemimpin adalah manifestasi dari nilai-nilai Islam.

“Tengku Hasan di Tiro telah menyebutkan dalam buku The Price of Freedom bahwa seorang pemimpin itu harus mampu menjadi Imam dalam shalat, jika tidak maka ia dinilai gagal sebagai pemimpin. Tidak mungkin Prabowo tidak bisa, pasti beliau rajin shalat. Kita ingin beliau buktikan itu di Aceh, ” tutup Samsul sambil tersenyum.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.