Di KTP Islam, Di Kartu Keluarga Kristen


Sebenarnya masyarakat sudah tahu jika Prabowo memang tak bisa shalat, apalagi untuk membaca Al-Quran, Prabowo bukanlah seorang penganut Islam yang taat, aksinya yang selama ini menjalankan ritual Islam, seperti shalat, hanyalah untuk Action.
Menurut beberapa sumber yang  mengikuti Prabowo menjalani kampanyenya, Prabowo hampir tidak pernah melaksanakan shalat dengan tujuan untuk memenuhi kewajibannya sebagai umat Muslim yang baik.

Prabowo menunaikan shalat jika sedang diliput media. Kalau tidak ada, ya engak ngapa-ngapain.. Prabowo adalah seorang yang gemar mengkonsumsi makanan dan minuman yang dikategorikan non-halal juga terdengar. Walaupun itu hanya dilakukan Prabowo pada saat media massa tidak meliput gerak-geriknya. 
Islam nya Prabowo itu hanya KTP belaka, fakta itu sengaja ditutup-tutupi oleh pihaknya Prabowo. Tapi herannya, banyak dari orang di sekeliling Prabowo dan para ulama yang tergabung dalam Ijtima Ulama justru terkesan melindungi Prabowo.

Untuk membuktikan Prabowo Islam nya hanya KTP, La Nyalla Matlitti menantang Prabowo untuk jadi Imam shalat. Selain itu, Dia juga mengklaim bahwa Jokowi lebih hebat dari Prabowo dalam urusan beragama, apalagi soal salat dan menjadi Imam salat.
Menanggapi tantangan tersebut, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean menilai tantangan tersebut tidak relevan dengan ajang pemilihan presiden 2019.

Sebab, ujar dia, pilpres, seharusnya menguji kapasitas seorang pemimpin dalam mengurus negara, pengetahuan tata negara, dan menguji program para pasangan calon. (Memangnya Prabowo punya Prestasi dalam mengurus negara..?)
‘’Percuma dong beragama Islam tapi di tantang jadi Imam salat saja tak mau, pemimpin macam apa itu..? Gak bisa jadi contoh buat rayatnya.’’ Kata Emak Odeh, tetangga Prabowo di Hambalang.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.