ORBA Kembali Lagi ?


Seluruh negara di belahan dunia pasti pernah mengalami kasus korupsi yang menyeret politikus atau kepala negaranya. Korupsi memang menjadi momok bagi semua negara di dunia. Jika membicarakan politik, sulit menemukan politikus atau pemimpin yang benar-benar bersih.
Di Indonesia, penegak hukum menindak 210 kasus korupsi dengan menetapkan tersangka sebanyak 500 orang. Sementara, pada semester I tahun 2017 penindakan kasus korupsi oleh penegak hukum sebanyak 266 kasus dengan 587 tersangka.

Dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2017 pada semester yang sama, terlihat penurunan yang cukup signifikan, pada semester I 2018, penegak hukum melakukan penindakan 139 kasus korupsi dengan 351 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kerugian negara yang timbul dari kasus korupsi pada semester I 2018 sebesar Rp1,09 triliun dan nilai suap sebesar Rp42,1 miliar.

Diantara kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, ternyata jumlahnya tak begitu spektakuler jika dibandingkan dengan korupsi yang dilakukan oleh Soeharto.
Entah harus bangga atau malu melihat nama Indonesia masuk ke dalam peringkat pertama, dalam daftar nama 10 presiden paling korup sedunia. Presiden yang mampu membuat nama Indonesia di peringkat 1 ini adalah Muhammad Suharto.
Suharto menjabat sebagai presiden di Indonesia dalam jangka waktu yang sangat lama yakni 31 tahun, dari tahun 1967 hingga datangnya era reformasi tahun 1998.
Selama menjabat sebagai Presiden Indonsia, dirinya menempatkan anggota keluarganya di kursi kementrian dan memberikan sejumlah perusahaan besar untuk ditangani oleh anak-anaknya.

Hasil korupsi yang dilakukan oleh Suharto juga tidak main-main, bahkan jika ditotal hasil korupsi yang dilakukan Seko dan Markospun tidak sanggup mengalahkan Suharto.
Suharto berhasil melakukan korupsi sebesar 15-35 miliar Dolar Amerika, atau sekitar Rp 465 triliun, selama kurun waktu tersebut. Luar biasa…
Prabowo Subianto yang kini kembalii mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada Pilpres 2019 yang akan datang mengatakan bahwa dirinya akan kembali membawa semangat Orba dengan masa keemasannya yaitu swasembada pangan.
Selain itu, mantan istrinya yang sekarang bergabung dengan Partai Berkarya yang juga berbendera Orba, menyatakan hal yang sama, narasi Titiek Soeharto juga mengarah pada kembalinya Orba.

Titiek Soeharto mengatakan banyak hal baik di era kepemimpinan ayahnya, Presiden Soeharto. Menurut dia, Indonesia akan kembali seperti masa Orde Baru jika Prabowo dan Sandiaga menang Pilpres 2019.
"Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia," ujar Titiek melalui akun Twitternya @Titiek Soeharto, Rabu, 14 November 2018.

Cuitan itu menuai pelbagai respons. Warganet malah mengungkit berbagai catatan negatif dari pemerintahan Soeharto. Hal-hal yang disinggung di antaranya soal kebebasan demokrasi, korupsi, otoritarianisme Orba selama 32 tahun, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Akankah Indonesia kembali lagi kepada masa Orba, melihat begitu banyaknya aktor politik yang berusaha menggiring opini publik untuk kembali lagi pada era Soeharto..?

1 komentar:



  1. PROMO HOKKY IMLEK 2019 POKERAYAM
    • Hokky Angpao Rp.500.000 untuk


    |POKER | CEME | DOMINO99 | OMAHA | SUPER10

    BONUS HARIAN YANG BERAGAM BISA DIDAPATKAN

    MELAYANI SEMUA BANK DI INDONESIA
    BANK NASIONAL + BANK DAERAH |<

    BBM : D8C0B757
    WhastApp : 0812-2222-1680
    Lnk : P0KERAYAM .TOP

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.