Prabowo Berbohong Soal Pengejaran Panglima GAM & Pesawat Seulawah


Saat menjabat Panglima Kostrad, Prabowo Subianto mengaku pernah memburu Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf yang akrab disapa orang Aceh dengan panggilan Mualem. Dan sebaliknya, kata Prabowo, Muzakir ingin menembak bahkan menculiknya untuk dihabisi, jadi mereka ceritanya adalah kejar-kejaran seperti di dalam film action.
"Tidak ada orang membayangkan bagaimana Panglima GAM dan Panglima Kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti. Saya selalu cerita, saya bingung karena dulu beliau saya kejar-kejar dan beliau pun selalu kejar-kejar saya. Begitu ketemu kita saling pelukan, habis itu selesai," kata calonn presiden yang suka ngelantur itu, saat berkunjung di Aceh.

Tak lama berselang, Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI Aceh) Helmy N Hakim menyatakan Prabowo mengeluarkan pernyataan hoaks terkait peristiwa itu. Helmy menguraikan bagaimana Prabowo bisa memburu Mualem dan sebaliknya.
Menurutnya, Prabowo diberhentikan dari tentara tahun 1998. Sedangkan Mualem dilantik menjadi Panglima GAM pada 2002, setelah Panglima GAM, Teungku Abdullah Syafie Syahid ditembak oleh TNI di Jimjiem Pidie Jaya pada Januari 2002.

"Ini hoaks sejarah yang ditiup ke rakyat Aceh. Jadi kapan Prabowo memburu Mualem? Sebab, ketika Mualem jadi Panglima GAM, Prabowo sudah berstatus dipecat dari tentara. Jika yang dimaksud Prabowo memerintahkan Kopassus dalam operasi-operasi tertutup dalam DOM yang telah mengorbankan ribuan rakyat Aceh, itu sangat mungkin,"  katanya, Jumat (28/12).
Prabowo juga berbohong bahwa ayahnya terlibat dalam pembelian pesawat Seulawah yang didanai oleh rakyat Aceh. Prabowo menjelaskan saat proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Soemitro Djojohadikoesoemo (ayah Prabowo) sering pulang pergi ke Provinsi Aceh untuk menggalang dukungan dari masyarakat setempat.

Menurutnya, saat itu rakyat Aceh secara sukarela mengumpulkan emas, gelang, perhiasan dan batu-batu berharga untuk membeli pesawat terbang pertama untuk Indonesia yang diberi nama Seulawah.
"Dalam sejarah pembelian pesawat Seulawah tidak pernah ada nama Soemitro. Apalagi ikut menggalang dana. Sebab yang menggalang dana dilakukan oleh Abu Beureueh, GASIDA dan lain-lain. Kami minta Prabowo harus belajar sejarah lagi. Jangan hanya untuk tujuan menggalang suara di Aceh dengan menyebar hoaks tentang sejarah Aceh," tandasnya.

Prabowo sengaja membuat berita bohong untuk mempengaruhi warga Aceh agar mau memilihnya di Pilpres 2019 nanti. Tak ada cara lain selain menyebar kebohongan di serambi mekah itu, masyarakat Aceh harus tahu berita yang sebenarnya, jadi tolong sampaikan kepada saudara kita yang berada di Aceh untuk tidak mempercayai berita HOAX seperti ini.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.