Prabowo Lulus Ijtima Ulama Karena Tinju Meja


Ini adalah alasan yang kuat kenapa Prabowo lulus dalam uji kelayakan menjadi calon presiden versi Ijtima Ulama yang kala itu mengadakan rapat dengan dewan penesahat 212.
Berawal dari rapat forum 212 yang kala itu membahas rekomendasi pencalonan Prabowo Subianto, kejadian itu terjadi, Prabowo mengamuk dan memukul meja pada acara yang dihadiri beberapa Ulama itu.

Bermula sesaat setelah seluruh Penasihat PA 212 yang termasuk didalamnya Amien Rais kembali ke ruang rapat, dan Prabowo Subianto pun ikut masuk ke ruang rapat, kemudian menyusul sejumlah Sekjen Partai seperti Ahmad Muzani (Gerindra), Eddy Soeparno (PAN), dan Afriansyah Ferry Noor (PBB).
Dalam rapat lanjutan itu, Amien Rais mempersilakan Prabowo Subianto untuk berbicara, memberikan penjelasan apa yang akan diperjuangkan bila didukung PA 212. Namun, reaksi Prabowo di luar dugaan.

Dengan nada suara tinggi Prabowo memprotes para Ulama, ia memprotes pihak-pihak yang meragukan kualitas keislamannya. Dan yang sangat mengejutkan, ia berbicara sambil meninju keras meja rapat di depannya, sampai lima kali, hingga para ulama termasuk Amien Rais ketakutan.
Sesaat setelah kejadian itu, Forum rembuk Dewan Penasihat 212 itu pun tak lagi membahas rekomendasi pencalonan Prabowo Subianto dan langsung secara resmi merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Tak ada lagi musyawarah, apalagi voting, karena para Ulama yang tergabung didalamnya merasa takut akan ancaman Prabowo. Akhirnya, Ijtima Ulama1 berlangsung secara mulus dan mengajukan nama tunggal Prabowo sebagai capres.
Ternyata gertakan Prabowo berhasil menakut-nakuti para Ulama yang tergabung dalam rapat yang tadinya inginkan calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria para Ulama, alhasil para Ulama kini yang kerepotan mengurusi Prabowo yang tak bisa di andalkan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.