Prabowo Menolak Untuk Di Tes Mengaji Di Aceh


Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandi (BPN PrabSan) Sodik Mudjahid menilai tes baca tulis Alquran untuk para calon presiden dan calon wakil presiden sebagaimana gagasan pendakwah di Aceh tidak perlu dilakukan dan hanya buang-buag waktu saja.
Menurut Sodik, mengetahui, memahami dan familiar dengan Alquran di negara berdasar Pancasila dan mayoritas muslim memang hal yang penting. Tapi yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya, dan bagaimana mengamalkanya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 45.

Prabowo tak akan mau mengikuti tes semacam ini, karena baginya membaca Alquran itu tidak terlalu penting, yang penting isinya. Lantas jika membaca saja tak bisa, memahami dan mengamalkannya dari mana..?
Wakil ketua Komisi VIII DPR itu berpendapat bahwa prinsip itu yang lebih penting, bukan hanya mampu membacanya dalam bahasa Arab. Dia pun mengibaratkan seperti seleksi calon ketua umum PSSI. Menurut Sodik, memahami Alquran dan kitab suci lain sangat penting sebagai syarat seorang capres.

“Kemampuan membaca Alquran bukan syarat tapi sebagai advantage saja. Sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan,” paparnya.
Menurut dia, tes, amati, cermati saja pemahamannya terhadap Alquran. Jadi tidak melalui tes khusus, karena sudah dipastikan Prabowo akan kalah jika dilakukan tes itu.

 “Karena bisa tampak dalam debat, dalam pidato dan dalam ungkapan pendapat dan pikirannya selama ini,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, pendakwah di Aceh berencana menguji kemampuan membaca Alquran para calon presiden  dan wakil presiden. Hal ini untuk mengetahui komitmen kandidat dalam syiar Islam. Kubu Jokowi diketahui telah siap menjalani tes baca Alquran, namun kubu Prabowo hingga kini tak memberikan statement yang membuat masyarakat bangga, justru kecewa.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.