Prabowo Sandi Kembali Hina Ojek Online Lewat Iklan


Ada iklan kampanye Prabowo-Sandi yang dianggap konyol dan sangat melecehkan profesi seseorang, karena dalam iklan itu, memperlihatkan bahwa lulusan sarjana sangat sulilt untuk mendapatkan pekerjaan yang ia harapkan.

Dari iklan itu dapat diartikan dia (bintang iklan) tidak mempunyai semangat kerja. Lususan sarjana hanya mau bekerja di kantoran, mungkin mereka (tim Prabowo-Sandi) terlalu banyak nonton sinetron, dan beranggapan kerja kantoran masih menjadi idola para pencari kerja saat ini.

Melihat iklan itu, seorang pegiat sosial media memviralkan iklan itu. Dirinya menggaku marah atas isi iklan politik pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno yang sangat merendahkan para fotografer, desainer lepas, penulis, konsultan, tukang ojek hingga tukang parkir.

Saking marahnya, mereka sampai-sampai menulis dianggap ‘’BEBAN KELUARGA DAN BANGSA GITU?!??!?’’. Lewat akun twitter @hariadhi pegiat sosial media tersebut mengungkapkan kekesalannya.

“Maaf, sebagai freelancer menurut saya iklan @prabowo @sandiuno yang ini menghina sekali. Jadi kami ini para fotografer, desainer lepas, penulis, konsultan dan sebagainya itu adalah hina dimata Prabowo-Sandi. Yang menentang iklan politik melecehkan profesi lepas spt ini RETWEET!!” serunya dalam tulisnya.
Tak hanya itu akun dengan nama @hariadhi juga mengungkapkan Tim Ekonomi gagap menghadapi perubahan kemajuan teknologi 4.0.

“Selain melecehkan freelancer, iklan ini memperlihatkan tim ekonomi @prabowo GAGAP menghadapi kemajuan teknologi 4.0 yg akan menjelang. Di masa depan, kreativitas, programming, robot, AI akan bekerjasama sehingga manusia bisa santai kerja dari rumah” tulisnya.
Kemudian sebagai penutup @hariadhi mengatakan Tim Prabowo gagal memahami pola pikir generasi kekinian yang tidak lagi berfikir untuk bekerja kantoran.

“Tim @prabowo gagal pahami insight naqanaq muda saat ini yang tdk lg berpikir u kerja kantoran. Jokowi jauh lbh maju dgn gaungkan industri 4.0 & dorong platform yg mungkinkan anak muda cari uang tnp ngantor spt Gojek, http://freelancer.co.id & tokopedia ” tulis Hariadhi.

Cuitan tersebut sangat viral hingga tulisan ini dibuat bahkan sudah dibagikan lebih dari 15.000 kali dan mendapat banyak komentar dari warganet yang ikut marah setelah melihat iklan tersebut.

Begini kata warganet:
@utheth: Gak gaul makanya susah dpt kerja,dari mhsw aktif n bangun jaringan.Jadi lulus udah tau npunya strategi mau seperti apa. Hari gini nunggu, apalagi cmn janji kampanye. Dan ide iklannya tua bgt, anak muda skg lbh byk milih jd enteurprenur,skg di SD aja dah diajarin.

@AgungSWidjaya: Gw dari kecil pingin jadi tukang gambar, kuliah di desain grafis, pas kerja jadi tukang foto, sekarang jualan online dari rumah, punya banyak waktu sama anak dan puji Tuhan dari jualan dah kebeli rumah.

@Mas2CILEDUG: Sy usia sdh di atas 40 tp malah keluar dr kerjaan dan ngrintis usaha konten marketing. Skrg pnya 2 klien, kerja dr rmh. Keluar cm buat miting klien dan tim. Waktu lain bs puas buat keluarga. Kantoran mah so last year
   
@nabilayys: lah gw juga ngga sesuai jurusan padahal. kuliah jurusan pariwisata perhotelan, kerja di bidang IT harus ngerti cabling dll.. tolong dong yg lain jgn di demotivasi sm iklan kyk begini 

@denhenry23: Keadilan ekonomi menurut Prabowo Sandi : Kerja ikut orang itu lebih mulia daripada usaha dengan berdiri diatas kaki sendiri. Oke siaaaap. Siap ga akan milih. Wkwkwkwkwk..

@we_wahyudieko: Latar belakang pendidikan saya sastra, pekerjaan saya saat ini sebagai IT Officer di perusahaan swasta, pulang kerja lanjut pekerjaan lama saya sebagai freelancer (web designer/content writer) kadang dirumah kadang di warkop, pendapatan saya kadang lebih besar dari freelancer…

@kinugh: Iklan macam apa ini. Semua lini hampir siap menghadapi industri 4.0, ehh mereka masih mikir konvensional.
Kuno! Udik! Terbelakang! Tidak masuk pak Eko.

Kesimpulannya adalah Prabowo-Sandi gagal membuat masyarakat jadi peduli, justru membuat manyarakat kususnya para generasi muda jadi benci.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.