Survei LSI Mengatakan Reuni 212 Justru Menaikkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf


Berdasarkan survei terbaru yang dikeluarkan LSI Denny JA mengenai efek elektoral Reuni 212, ternyata elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,2 persen suara, tetap unggul dari Prabowo-Sandiaga yang mendapat 30,6 persen suara.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 5-12 Desember atau tiga hari setelah Reuni 212. Survei ini mengambil sampel 1.200 responden dengan metode multistage random sampling.

Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error sebesar plus minus 2,8 persen. Dari 1.200 responden itu, sebanyak 58,5 persen pernah mendengar Reuni 212, 38 persen tidak pernah mendengar dan 3,5 persen tidak tahu.

LSI Denny JA mengelaborasi segmen tersebut. Hasilnya, dari 58,5 persen yang pernah mendengar Reuni 212, sebanyak 50 persen diantaranya memilih Jokowi-Ma'ruf dan 36,6 persen memilih Prabowo-Sandi. Sementara dari 38 persen yang tak pernah mendengar Reuni 212, ada 61,6 persen memilih Jokowi-Ma'ruf dan 21,5 persen memilih Prabowo-Sandi.
Untuk 3,5 persen yang tidak tahu Reuni 212, sebanyak 42,9 persen diantaranya memilih Jokowi-Ma'ruf dan 28,6 persen memilih Prabowo-Sandi. Survei Denny JA juga menyoroti kesukaan terhadap Reuni 212. Dari 58,5 persen yang pernah mendengar Reuni 212, sebanyak 54,5 persen di antaranya mengaku suka, 26 persen tidak suka, dan 19,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei LSI Denny JA juga mengungkap dari 54,5 persen yang menyukai Reuni 212, hanya 12,8 persen yang mendukung NKRI bersyariah. Selebihnya ada 83,2 persen mendukung NKRI berdasarkan Pancasila dan 4 persen yang tidak menjawab.

Untuk segmen kesukaan ini Jokowi-Ma'ruf juga masih unggul dari Prabowo. Ternyata, Reuni 212 yang digelar oleh Persaudaraan Alumni 212 di Monas, Jakarta, 2 Desember 2018 lalu gagal menggerus elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.
Selama ini Reuni 212 kerap diasosiasikan dengan para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu ternyata tak ada pengaruhnya terhadaap elektabilitas Prabowo, justru membuat masyatakat kurang tertarik dengan pasangan nomor urut 02 ini.

LSI Denny JA mengungkap beberapa alasan mengapa Reuni 212 gagal menggerus elektabilitas Jokowi. Salah satunya adalah faktor Rizieq Shihab di Reuni 212. Tokoh yang dikenal lantang menyuarakan slogan NKRI Bersyariah. Nyatanya, slogan itu tak diminati oleh pemilih, bahkan di kalangan pendukung Reuni 212.

1 komentar:



  1. PROMO HOKKY IMLEK 2019 POKERAYAM
    • Hokky Angpao Rp.500.000 untuk


    |POKER | CEME | DOMINO99 | OMAHA | SUPER10

    BONUS HARIAN YANG BERAGAM BISA DIDAPATKAN

    MELAYANI SEMUA BANK DI INDONESIA
    BANK NASIONAL + BANK DAERAH |<

    BBM : D8C0B757
    WhastApp : 0812-2222-1680
    Lnk : P0KERAYAM .TOP

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.