BERAPA KALI PRABOWO HARUS MEMINTA MAAF?




Tak heran jika Prabowo Subianto selalu mendapatkan informasi yang salah, saking banyaknya informan yang ia terima, membuat data yang masuk ke kubu Prabowo penuh, namun bukan penuh dengan data yang valid, tapi kebanyakan datanya adalah hasil dari ber-opini.

Tak hanya informasi yang simpang siur yang Prabowo dapat dari orang-orang bayarannya, Prabowo juga dikenal dengan pribadi yang sembrono, sombong dan keras kepala.

Kecerobohan Prabowo adalah sangat gampang menerima informasi dan tidak mengecek dulu kebenarannya. Karena Prabowo menganggap jika salah pernyataan, ia tinggal meminta maaf dan selesai masalah.

Permintaan maaf Capres Prabowo Subianto dan Cawapresnya Sandiaga Uno selama kampanye menjadi sorotan. Sebab, setidaknya Prabowo sudah berkali-kali minta maaf dan Sandiaga pun itut ikutan.

Kubu Prabowo-Sandiaga sering sekali blunder saat berkampanye, buktinya sudah tiga kali Prabowo-Sandi meminta maaf kepada publik dalam kurun waktu satu setengah bulan atau sejak masa kampanye dimulai.

Permintaan maaf itu menunjukkan bahwa Prabowo-Sandi mengakui kesalahannya. Kesalahan itu terjadi sebagai bukti bahwa pasangan capres-cawapres itu tidak punya gagasan dan konsep yang baik untuk ditawarkan kepada masyarakat. Dan kubu Prabowo-Sandi menelan mentah-mentah semua informasi yang ia dapat.

Lambat laun masyarakat akan mengetahui kualitas pasangan capres-cawapres yang bertarung saat ini. Setidaknya terhitung sudah tiga kali pasangan Prabowo-Sandi meminta maaf kepada publik dalam kurun waktu satu setengah bulan atau sejak masa kampanye dimulai.

Pertama, kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, kedua soal pidato kontroversi Prabowo yang menyebut tampang Boyolali dan kasus Sandiaga yang melangkahi makam ulama sekaligus pendiri NU saat berziarah.

Dan sebentar lagi Prabowo akan meminta maaf kepada warga Aceh atas kebohongan informasi tentang ayahnya yang pahlawan itu dan yang terakhir adalah meminta maaf kepada pihak RSCM yang telah dicemarkan nama baiknya soal selang darah yang dipakai untuk 40 orang.

Bagaimana ini… akankah Indonesia dipimpin orang macam ini. Sadarlah saudara-saudaraku, jangan sampai Prabow-Sandi jadi pemimpin di Indonesia, bisa benar-benar punah Indonesia.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.