Hoax Prabowo Dan Adiknya Tentang RSCM


Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Sumariyono membantah pihaknya menggunakan satu selang cuci darah untuk beberapa orang, terkait pernyataan Prabowo sang calon presiden nomor urut 02 itu.
Sebelumnya  Prabowo Subianto menyebut masalah keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat kualitas layanan di rumah sakit terabaikan. Hal itu diklaim membuat Rumah Sakit menggunakan satu selang cuci darah untuk beberapa pasien.

Hal itu dikatakannya dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Minggu (30/12).
"Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal, harusnya itu punya saluran-saluran dari plastik, dari karet, dari alat-alat dipakai satu orang satu kali. Saya dengar di RSCM hari ini dipakai 40 orang," kata Prabowo tanpa ragu.

"Orang sakit ginjal harus hidup dari pencucian darah. Bisa dapat macam-macam (penyakit jika selang dipakai banyak orang). Hepatitis A, B, C, malaria, HIV. Bayangkan. Ini menurut saya, negara kita ini gagal melayani rakyat," lanjutnya.
Sebelumnya, klaim serupa juga pernah disampaikan oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, saat berkunjug ke kantor CNN Indonesia TV, Kamis (20/12).

Ia menyebut masalah defisit anggaran di BPJS Kesehatan memaksa sejumlah rumah sakit umum daerah untuk mengurangi kualitas layanannya kepada pasien.
"Pasien cuci darah alat dipakai sekali, disposable. Di Indonesia sudah lama dipakai tiga kali, tujuh kali, belakangan [dipakai] 40 kali," ujarnya.

Dalam keterangannya, Hashim menyebut hal itu berdasarkan pengakuan 6 dokter kepadanya. Namun, ia enggan mengungkap identitas tenaga medis itu kepada wartawan. Ia mengatakan Dokter melakukan itu karena terpaksa oleh keadaan dan dipaksa oleh pemerintah.
Benarkan hal itu memang terjadi di RSCM..?

Pihak RSCM melalui Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Sumariyono, langsung membantah pernyataan kakak adik itu. Menurutnya kedua orang ini berbicara tidak berdasarkan fakta di lapangan.
RSCM menerapkan dua jenis penggunaan alat kesehatan, yakni sekali pakai (single use) dan pemakaian berulang (reuse). Untuk selang cuci darah sendiri, RSCM memang sempat menggunakannya untuk beberapa kali pemakaian namun hanya untuk pasien yang sama, bukan pasIen yang berbeda seperti yang di katakan Prabowo dan Hashim.

"Kami sejak 2012 sudah menggunakan single use, satu kali untuk satu pasien, yang digunakan bersama-sama adalah mesin cuci darah atau dialiser, bukan selang atau suntikan." ucap Sumariyono.
Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti juga menepis tudingan adik kakak itu terkait anggaran BPJS yang berdampak pada gaji dan pelayanan medis. Pihaknya sudah mengatur efisiensi anggaran lewat Kendali Mutu Kendali Biaya (KNKB). Alhasil, pihak RS bisa menyisihkan dana untuk gaji ataupun remunerasi pegawai.

"Rumah sakit pemerintah sudah memiliki rancangan anggaran, alokasi per bulan sudah mengatur. RSCM tidak pernah gagal bayar ke pegawai," kata Lies.
Mengenai keterlambatan, RSCM telah menerapkan system subsidi silang berkat pengolahan unit layanan non-BPJS Kesehatan yang memberikaN profit lain. Karena ada pula layanan jaminan kesehatan jenis lain di luar BPJS Kesehatan seperti Jasinda dan Jamkesda.

Karena sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris pernah mengklaim bahwa defisit keuangan Lembaga BPJS mencapai Rp 16,5 triliun, ternyata ia salah. Karena setelah dilakukan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut defisit lembaga itu sebesar Rp10,98 triliun, sangat jauh selisihnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah juga telah menyuntikkan dana dari APBN untuk BPJS Kesehatan yang nilainya mencapai Rp 10,25 triliun dalam dua tahap untuk menutup defisit itu.

Jadi kesimpulannya adalah yang dikatakan Prabow dan Hashim itu adalah HOAX yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan pemerintah agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menurun.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.