Kemaren Nyabu, Sekarang Nadah Mobil !



Lagi-lagi Partai Gerindra Mendapatkan Malu Yang Luar Biasa

Partai Gerindra kembali mengapatkan malu yang luar biasa, betapa tidak, calon wakil rakyat yang akan berlaga di kancah perpolitikan tanah air dari Partai Gerindra ternyata adalah seorang penadah barang curian.

Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan membongkar kasus penggelapan dan penipuan ratusan unit mobil yang diduga melibatkan seorang oknum calon anggota legislatif berinisial PH yang diketahui dari Partai Gerindra. Kami menggunakan inisial agar Ketua Umum Partai Gerindra tak malu.

Warga Desa Sihopuk Lama, Kecamatan Halongonan Timur, Padanglawas Utara ini diketahui mendaftar calon anggota legislatif di Padangalawas Utara dari Partai Gerindra. Ia bersama rekannya kini ditahan pihak Polres Tapanuli Selatan beserta empat orang tersangka lainnya.

PH diduga sebagai satu di antara para penadah mobil yang dijual oleh EN (26), warga Batu Gula Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Salatan. EN sendiri merupakan tersangka yang diduga menipu sejumlah orang dan menggelapkan ratusan unit mobil milik korbannya tersebut serta menjualnya kepada orang lain.

Kepada Polisi, PH mengakui telah membeli 25 unit mobil dari EN. Mobil-mobil itu dibelinya tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor dan hanya memiliki STNK saja. Dan saat ini, kendaraan itu berada di Rantau Parapat, Labuhan Batu.

Meski mengakui membeli kendaraan tanpa surat-surat yang lengkap, PH berdalih tidak tahu bahwa itu merupakan "barang panas". Ia mengira bahwa mobil itu merupakan kendaraan yang menunggak kredit. PH mengatakan, mengenal EN dari oknum PNS di jajaran Pemko Padangsidimpuan.

PH mengakui bahwa dirinya merupakan kader Partai Gerindra. Bahkan, ia sudah mendaftar sebagai calon legislatif DPRD Padanglawas Utara 2019-2024 melalui partai tersebut.

"Ya mau bagaimana lagi, sudah begini nasib. Saya tidak tahu kalau itu barang panas, orang katanya (EN) mobil ini istilahnya tidak terbayar orang kreditnya, Kalau orang partai sudah tahu kasus saya ini," katanya.

Tersangka EN membenarkan telah menjual sekitar 150 unit mobil berbagai merek milik korbannya. Ia mematok dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 45 juta hingga Rp 50 juta. Ia juga membantah terdapat oknum TNI maupun Polisi yang terlibat menjadi penadah mobil yang ia jual tersebut.

Kasus penipuan serta penggelapan ratusan unit kendaraan roda empat ini bermula dari laporan seorang warga pada awal 2019 lalu. Menurut Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, tersangka EN menipu korban-korbannya dengan modus menawarkan kerjasama bidang transportasi.

"Modus operandi yang bersangkutan memberikan iming-iming atau pun memberi kesempatan untuk masyarakat dapat menggunakan atau memberikan kendaraan yang nanti akan disewakan kepada beberapa pengguna atau pegawai di PLTA . Kondisi ini sudah berlangsung Juli 2018 sampai 2019," kata Irwa.

Menurut Irwa, total kendaraan yang digelapkan oleh tersangka EN lebih dari 150 unit. Melainkan sekitar 250 unit. Keberadaannya pun kini telah tersebar tak lagi hanya di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.