Komitmen Prabowo Dalam Memberantas Korupsi Sangat Diragukan


Debat perdana capres-cawapres beberapa hari yang lalu mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Dalam debat, Prabowo mengeluarkan pernyataan tentang diperbolehkannya napi eks koruptor yang ingin kembali maju dalam kontestasi politik.

Sebelumnya, capres nomor urut 01 menyinggung soal mantan narapidana korupsi yang dicalonkan Partai Gerindra sebagai calon legislatif. Hal tersebut disampaikan Jokowi berdasarkan data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Kita tahu, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, bahkan Pak Prabowo mengatakan korupsi sudah stadium empat. Tapi menurut ICW, di partai bapak ada caleg koruptor. Yang saya tahu, caleg yang akan maju, yang tanda tangan ketua umumnya," tanya Jokowi pada Prabowo.

Dan Prabowo mengaku belum mendapatkan laporan soal data ICW terkait dengan pertanyaan Jokowi pada debat itu. (disini sudah kelihatan bahwa Prabowo berusaha melindungi kadernya yang mantan koruptor itu…).

"Saya belum dapat laporan itu. Kalau ada bukti, laporkan kepada kami. Ada juga kadang-kadang ya, tuduhan-tuduhan korupsi, menerima THR, semuanya lintas partai. Kalau kita cek di kejaksaan, boleh kita bandingkan, berapa yang menunggu masuk KPK. Jangan lah kita saling menuduh partai kita masing-masing, saya jamin Partai Gerindra tidak korupsi. Kalau ada kader saya yang korupsi, saya yang akan masukan sendiri ke penjara. Gerindra antikorupsi," kata Prabowo.

Namun setelah itu Prabowo mengatakan pernyataan yang cukup kontroversial karena terkesan membela para koruptor.
"Mantan korupsi, saya kira saya pelajari. Kita umumkan saja ke rakyat, kalau tidak mau pilih ya tidak usah pilih. Yang jelas kalau kasus sudah diproses, dan hukum masih mengizinkan, dan mungkin korupsinya tidak seberapa, dan masih dipercaya masyarakat, ya silakan," ujar Prabowo.

Jawaban Prabowo tersebut sontak mendapat reaksi keras dari sejumlah tokoh hingga warganet. Diantaranya adalah:
Gustika Jusuf Hatta, cucu Bung Hatta ikut berkomentar lewat akun Twitter-nya, @Gustika.
"(((KORUPSINYA TIDAK SEBERAPA)))
Hatta: Son, we need to talk," tulis Gustika.
Politisi dari PSI, Tsamara Amany Alatas turut memberikan tanggapan melalui akun twitternya @TsamaraDKI.
"Wah agak shock lihat jawaban Pak Prabowo soal kadernya yang mantan napi koruptor."
"“Korupsinya gak seberapa..” katanya."
"Korupsi tetap korupsi Pak. Kejahatan luar biasa."
"Cukup sudah. Jangan pilih capres yang tak punya komitmen anti korupsi!"tulis Tsamara.
Tokoh Nahdatul Ulama (NU), Akhmad Sahal juga ikut berkomentar melalui akun twitter @sahal_AS.
"Korupsi ga seberapa sekalipun ya tetep aja korupsi!" tulis Akhmad Sahal.

Tak hanya para tokoh politik, pernyataan Prabowo tersebut juga mendapat banyak tanggapan dari warganet yang cenderung menanggapi santai dengan nada bercanda.
@shafafizilla: Bilangnya mau berantas korupsi sampe akar-akarnya, eh tp ini korupsi yg gak seberapa malah dimaklumin. Piyee berantasnya kalo begitu :(
@miund: Kalo korupsi gak seberapa itu gak apa-apa, harusnya kangen yang gak seberapa juga dibalas, dong.
@joyvrv: Besok korup uang jajan ahh. Kan ga seberapa #DebatPilpres2019
@gausahdifollow: Korupsi gak seberapa. Jadi kalo mau korupsi jangan dikit2 genk
@_paay: Korupsi gak seberapa itu makan gorengan lima bilangnya tiga.

Menanggapi ramainya perbincangan buruk tentan Prabowo, Sandiaga Uno sang calon wakil presiden tentu tak tinggal diam. Ia lantas membela Prabowo. Sandiaga mengatakan bahwa hukum memang harus ditegakkan.

Menurut Sandiaga, kalimat 'korupsi tak seberapa' itu untuk eks napi korupsi yang merupakan kader Gerindra. Prabowo membandingkan antara korupsi yang dilakukan kader Gerindra dan korupsi yang dilakukan orang lain yang berimbas terhadap rakyat.

"Tapi kalau korupsi yang disampaikan oleh Pak Prabowo dibandingkan dengan korupsi triliunan yang menghantam hajat hidup orang banyak seperti korupsi yang mengakibatkan harga-harga bahan pokok menjulang tinggi, bahwa harga gula di Indonesia ini 3 kali lipat lebih tinggi dari harga dunia, harga beras lebih tinggi karena kebijakan impor. Itu yang lebih di fokuskan oleh penegakan hukum," papar Sandiaga.

Partai Gerindra juga bersikap serupa dengan Sandiaga. Langsung membela Bos nya. Namun, alasan mereka kembali tak kompak. Menurut Gerindra, maksud 'korupsi tak seberapa' yang disampaikan Prabowo merujuk pada orang, bukan pada jumlah yang dikorupsi.

"Maksud Pak Prabowo itu yang tak seberapa itu orang. Orang yang dicalonkan di Gerindra, itu kan nggak seberapa," ungkap Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan.

Ini sangat jelas terlihat bahwa Prabowo sebenarnya telah melakukan kesalahan, blunder lagi, namun tetap saja di bela mati-matian sama pendukungnya. Jelas-jelas dia mengatakan bahwa uang yang dikorupsi mungkin tak seberapa, kenapa sekarang jadi orang yang berkorupsi tak seberapa..? kan aneh.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.