KPU Tolak Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi


Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak revisi dokumen visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor 02 Prabowo-Sandi. Karena KPU bukan milik neneknya Prabowo, sehingga seenaknya main rubah.

Wahyu Setiawan menegaskan, penolakan itu karena dokumen visi-misi dan program kerja pasangan calon merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen pencalonan kandidat saat pendaftaran. Sementara masa pencalonan sudah berlalu.

Ketua KPU Arief Budiman juga memastikan semua dokumen terkait Pilpres 2019 sudah tak dapat diubah. Perubahan dokumen visi dan misi itu baru diserahkan ke KPU pada Kamis (10/1).

"KPU menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran. Nah, dokumen itu salah satunya dokumen visi misi," kata Arief ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Karena alasan yang kuat itu, saat BPN menyerahkan dokumen visi dan misi yang baru, pihaknya pun tidak bisa menerima. Karena katanya, masa penyerahan dokumen sudah melewati batas yang ditentukan.

"(Tak bisa terima) kan sudah jelas, KPU hanya terima dokumen pendaftaran di masa pendaftaran," kata dia.

Arief menjelaskan mengapa dokumen visi dan misi yang baru milik Prabowo-Sandi itu sempat terunggah di situs KPU. Hal ini menurutnya, karena sempat terjadi miskomunikasi di pihak Sekertariat KPU yang mengira bahwa dokumen itu untuk kepentingan debat.

"Kemarin teman-teman itu salah memahami, dikira ada dokumen visi misi untuk debat, tapi kan sudah kita turunkan," katanya.

Arief pun menyebut pihaknya akan tetap menggunakan dokumen visi dan misi lama milik BPN. Hal itu juga berlaku untuk para panelis debat yang membuat pertanyaan bagi kedua pasangan calon.

Dan sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan perubahan visi dan misi hanya untuk estetika. Menurutnya, perubahan itu dibuat agar mudah dibaca.

"Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja," alasan Dahnil melalui pesan singkat, Jumat (11/1).

Dahnil mengatakan ada empat poin yang dirubah dalam visi dan misi yang baru. Salah satunya, penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat yang kini tak percaya Prabowo-Sandi.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.