Kubu Prabowo Tanam Orang di KPU


Kubu Prabowo sengaja memata-matai KPU, ini terbukti dengan tertangkapnya Ajat Sudrajat pengurus Partai Gerindra yang kini menjabat sebagagi anggota KPU Tangerang Selatan (Tangsel). Banyak yang beranggapan kubu Prabowo berbuat curang dengan memasukkan anggotanya ke dalam tubuh KPU.

Ajat sejatinya adalah Tenaga Ahli anggota DPR dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono. Selain itu, Ajat juga masuk dalam SK DPC Partai Gerindra Kota Tangerang Selatan Nomor: BN-04/09-002/Kpts/DPC-Gerindra/2017 yang dibuktikan dengan identitas kependudukan dan kartu keanggotaan partai.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kemudian menjatuhkan sanksi berat ke anggota KPU Tangsel Ajat Sudrajat. Ajat dinilai menyembunyikan data rekam jejak sebagai pengurus Partai Gerindra saat mendaftar menjadi anggota KPU Tangsel.

Dalam persidangan terungkap fakta Ajat dengan sengaja tidak mencantumkan riwayat pekerjaan di  dalam riwayat kerja non kepemiluan kala mendaftar sebagai penyelenggara Pemilu. Ajat dengan sengaja menerangkan dirinya adalah seorang wiraswasta.

"Tindakan Teradu yang tidak memuat rekam jejak sebagai Tenaga Ahli pada salah satu Fraksi di DPR RI dapat menimbulkan praduga bahwa ada fakta yang disembunyikan terkait netralitas Teradu," demikian pertimbangan DKPP dalam keputusannya, Senin (21/1/2019).

Keputusan itu diketok dan di sahkan oleh Harjono selaku Ketua merangkap anggota dengan anggota Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salam, dan Ida Budhiati.

DKPP berpendapat, Ajat yang tidak memberikan informasi riwayat pekerjaan secara terbuka pada saat mendaftar sebagai penyelenggara Pemilu, dan terbukti melanggar Pasal 9 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu No 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

"Oleh Bawaslu diteruskan ke DKPP, proses di sidang kode etik dengan pemeriksaan saksi, bukti keterangan teradu dan pengadu, maka oleh majelis diberi sanksi pelangaran berat," kata Mashudi.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.