Menurut Data ICW, Gerindra Partai Pendukung Koruptor


Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyebut Partai Gerindra, yang dipimpin Prabowo Subianto, merupakan salah satu parpol yang paling banyak mengajukan mantan koruptor sebagai calon legislator (caleg). Dia merujuk pada data Indonesia Corruption Watch (ICW)

"Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa. Bahkan Pak Prabowo pernah bilang korupsi di Indonesia sudah stadium 4, tapi saya nggak setuju. Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin termasuk yang paling banyak calon mantan koruptor atau mantan napi korupsi. Caleg itu yang saya tahu yang tanda tangan adalah ketua umumnya, berarti Pak Prabowo," kata Jokowi dalam debat capres-cawapres, di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta, Selatan. Pernyataan ini dilontarkan Jokowi itu ketika memasuki tema korupsi.

ICW sebelumnya merilis daftar 40 caleg mantan napi korupsi yang berlaga di Pemilu 2019. Daftar caleg eks napi koruptor itu dipublikasi di akun Twitter resmi ICW, @antikorupsi, pada Sabtu (5/1).

Ke-40 caleg mantan napi koruptor itu tercatat dari 11 partai politik dan DPD RI. Mereka terdiri atas caleg anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Merujuk data ICW tersebut, Gerindra ada di urutan ke-2. Ada enam calon eks napi koruptor yang dimajukan Gerindra di Pemilu 2019. Posisi pertama diduduki Partai Golkar, posisi ketiga diduduki Partai Hanura.

Nama-nama calon eks napi koruptor dari Gerindra dalam data ICW adalah sebagai berikut:

Al Hajar Syahyan, dapil Tanggamus
Ferizal, dapil Belitung Timur
Mirhammuddin, dapil Belitung Timur
Mohamad Taufik, dapil DKI 3
Herry Jones Kere, dapil Sulut
Husen Kausaha, dapil Malut

Sebelumnya, pada Jumat (27/7/2018), Bawaslu merilis data calon eks napi korupsi dari partai peserta Pemilu 2019. Dalam data Bawaslu, Gerindra jadi partai yang paling banyak memajukan eks koruptor. Namun data Bawaslu itu masih sebatas daftar calon sementara yang kemudian direvisi.

Ada 27 caleg dari Gerindra yang teridentifikasi sebagai eks napi korupsi menurut data Bawaslu. Kemudian disusul Golkar sebanyak 25, lalu NasDem sejumlah 17 caleg (versi NasDem, mereka sudah mengoreksi data Bawaslu, bahwa caleg eks koruptor yang sempat didaftarkan hanya 2 caleg). Data Bawaslu ini untuk caleg tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Berkas para caleg itu kemudian dikembalikan. Partai-partai pun merevisi daftar calegnya.

Singkat kata, setelah daftar itu diperbaiki, ternyata masih ada partai yang mengajukan eks koruptor sebagai caleg. Di tiga besar, hanya NasDem yang menegaskan komitmen anti-korupsinya dengan mencoret seluruh caleg eks-koruptor. Sementara Golkar masih menyisakan 8 caleg eks koruptor, sedangkan Gerindra masih ada 6 caleg eks koruptor.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.