NIAT BURUK SANDIAGA DALAM PENCALONANNYA MENJADI WAKIL PRESIDEN



Sandiaga menghabiskan dana sekitar Rp 108 Miliar saat gelaran Pilkada DKI lalu, ia mengaku sudah menghabiskan dana dari kantong pribadinya selama masa pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 lalu.

Dana tersebut tidak hanya yang dipakai untuk membiayai masa kampanye Pilkada DKI sebanyak dua putaran. Tapi juga digunakannya saat mulai mensosialisasikan diri ke masyarakat sebelum resmi menjadi wakil Anies Baswedan.

Sandi juga pernah menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan seluruh gaji, tunjangan, dan kompensasi untuk warga miskin. Hal itu akan dilakukan Sandi jika dirinya nantinya terpilih menjadi wakil gubernur. Namun, hingga sekarang tak ada realisasinya..!

Dengan kekayaan yang hanya 3 triliun dan utang 8 triliun maka dipastikan Sandi sebenarnya sudah bangkrut, jadi tidak heran kalau dia ngotot di Pilpres 2019 dengan harapan bisa menang lalu menggarap proyek-proyek nasional.

Dikutip dari Grid.ID, Sandiaga Uno calon wakil presiden  tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun. Itu belum termasuk uang simpanannya sebesar 10 juta dollar Amerika Serikat (AS) lebih.

Total harta bergerak milik sandi mencapai sekitar Rp 3,6 miliar. Sandi juga memiliki 29 investasi dengan total nilai investasi tersebut mencapai Rp Rp 3,7 triliun dan 1,3 dollar AS. Sandi juga mempunyai satu aset giro dan setara kas lainnya yang berasal dari hasil sendiri yang bernilai sebesar Rp 12.899.258.838 dan 30.247.421 dollar AS.

Ada juga piutang berupa pinjaman uang sebesar Rp 13.834.597.000 miliar dan 2,5 juta dollar AS. Selain aset-aset tersebut, dalam LHKPN milik Sandi juga tercatat utang sebanyak Rp 8.4 triliun rupiah dan 23.653.682 dollar AS.

Belum lama menjabat sebagai wakil Gubernur DKI, sandi merasa ingin mendapat dana segar lebih besar dari hanya menjadi seorang wakil Gubernur DKI, karena ia menilai dana APBD DKI masih terlalu kecil dan sulit untuk di otak-atik, apalagi ia hanya seorang wakil Gubernur.

Sandiaga memang orang yang licik, tak puas dengan jabatan wakil Gubernur DKI, ia mengajukan diri dengan menyogok beberapa elit partai untuk membeli dukungan agar dirinya bisa naik level ke calon wakil presiden. Dengan segala kemampuan dan sisa kekayaan yang ia miliki, Sandiaga memutuskan untuk maju sebagai capres mewakili Prabowo yang kala itu sedang membutuhkan banyak dana untuk kampanye.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.