Partai Gerindra Minim Seleksi Kader


Tak hanya kumpulan para mantan koruptor, partai Gerindra juga punya anggota mantan bos prostitusi terkenal di Jakarta, yaitu Kalijodo.

Adalah Daeng Aziz mantan bos Prostitusi terkenal di Jakarta diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel melalui Partai Gerindra. Daeng Aziz merupakan satu dari 85 nama caleg yang diserahkan ke KPU Sulawesi Selatan.

Sandiaga Uno mengaku belum memiliki data dari Daeng Aziz, tetapi ia mengatakan Partai Gerindra terbuka untuk kader yang ingin memperbaik daerah. Walau kini dirinya tak akan ikut campur urusan partai, kerena ia sudah keluar dari Gerindra.

"Saya belum diupdate, belum memiliki datanya. Tapi bagi kami Gerindra terbuka tentunya bagi para kader yang ingin terbaik untuk daerahnya," ujar Sandi kala masih menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai berlambang Garuda itu, (19/7/2018) lalu.

Sandi mengatakan, Gerindra akan merangkul semua untuk memastikan ekonomi pasal 33 bisa didorong untuk penciptaan lapangan kerja. (lagi-lagi Sandiaga gak nyambung dengan apa yang dipertanyakan.)

"Kami ingin merangkul bukan hanya kader partai, tapi juga yang aktif di lingkungan masyarakat," katanya.

Sandi mengatakan, Partai Gerindra tidak menutup pintu dan merupakan partai yang mempersatukan semua golongan dan profesi. Tanpa kecuali siapapun boleh gabung, karena partai Gerindra masih kekurangan kader.

"Jadi kami tidak ingin menutup pintu, tapi kami ingin memastikan Gerindra menjadi partai yang mempersatukan," paparnya dengan percaya diri.

Pengamat mengatakan, partai Gerindra tak punya standart moralitas yang tinggi, hanya mementingkan kuantitas dari pada kualitas kadernya sendiri, jadi wajar saja jika banyak kader Gerindra yang tidak berkompeten di bidangnya.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.