Politik Uang Mulai Dijalankan Kubu Prabowo


Kecerdasan yang terlewat batas, tak puas dengan hasil debat perdananya, tim Prabowo-Sandi mengeluarkan kartu uang elektronik alias e-money bergambar Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang telah beredar luas di media sosial dan di masyarakat.

Dalam kartu elektronik itu, terdapat tulisan tagar #2019PrabowoSandi dan #2019GantiPresiden. Dan  sudah berisikan saldo Rp 50.000, dan dapat digunakan untuk membayar tol.

Selain kartu yang tinggal pakai, ada pula kutipan Indonesia Berdaulat 'Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?'.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade membantah pihaknya yang membuat kartu tersebut. Ia mengatakan itu bukan produknya.

"Kita enggak ada mencetak (kartu e-money bergambar Prabowo-Sandiaga) itu. Itu bukan dari BPN Prabowo-Sandi. Enggak mungkin kami mencetak begituan," kata Ade sambil ketakutan, Sabtu (26/1/2019).

Ade mencoba meyakinkan media dan mengatakan, untuk memproduksi kartu e-money berlogo khusus seperti itu membutuhkan uang yang banyak. Tim kami mana mungkin punya uang sebanyak itu. Dia mengaku pihaknya tidak mempunyai cukup uang dalam Pilpres 2019 ini.

Sementara itu, dari pihak Bank Mandiri selaku penerbit e-money tersebut belum bisa diminta konfirmasi.

Pengamat mengatakan, Prabowo dipastikan akan melakukan apa saja untuk menang, jadi jangankan Cuma kartu e-money, kartu kreditpun tim Prabowo bisa keluarkan, walaupun kubunya mengaku tak punya dana besar.

‘’Emangnya ada yang tahu siapa penyandang dana Prabowo-Sandi..? Politik itu kejam.’’ Kata pengamat yang tak mau disebut namanya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah seharusnya mengetahui beredarnya kartu ini, karena ini adalah salah satu pelanggaran Pemilu yang dapat dikenakan sangsi bahkan hingga diskualifikasi.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.