Prabowo Belum Siap Debat Perdana


Budiman Sudjatmiko menyindir jagoan-jagoan palsu di bidang politik abad ke-21. Budiman Sudjatmiko menyebut ada dua ciri jagoan palsu. Dari kedua ciri-ciri tersebut, Budiman Sudjatmiko menyebut soal pidato dalam cuitannya.
Yang pertama, yakni orang yang senang berpidato tapi takut saat diajak debat. Kemudian yang kedua, yakni orang yang jika pidato maka ia menggunakan teleprompter.

Sindirian itu disampaikan Budiman Sudjatmiko untuk capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Sebab, dalam Pidato Kebangsaan beberapa waktu lalu Prabowo menggunakan teleprompter.

Tak hanya itu, Budiman Sudjatmiko juga mencuitkan lagi soal pidato menggunakan teleprompter, Ia mengkritik beberapa orang yang menganggap bahwa pidato menggunakan teleprompter itu merupakan hal yang keren. Padahal kata dia, hal itu sama saja dengan manganggap bahwa Suzzana benar-benar kuntilanak.

"Menganggap bhw tukang pidato pakai teleprompter itu sungguh2 keren itu sama dgn menganggap bhw Suzzana sungguh2 kuntilanak atau Robin Williams sungguh2 sosok yg tegar dlm hidupnya," tulisnya lagi.

Arya Sinulingga juga menyinggung pasangan Prabowo-Sandi takut untuk mengikuti rangkaian debat Pilpres 2019. Hal itu ia katakan berdasarkan rapat tertutup yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu lalu.

Dari hasil rapat itu menyatakan sosialisasi visi-misi batal karena kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak mencapai kata sepakat. Arya menyebut dalam rapat membahas visi-misi itu, Arya menuding pihak BPN Prabowo-Sandi meminta tidak ada debat. Atas dasar ini, Arya menganggap kubu Prabowo-Sandi takut menghadapi debat.

Kubu Prabowo-Sandi hanya berkeinginan untuk menyampaikan visi dan misi satu arah tanpa adanya debat kandidat. Lalau Arya juga membeberkan bahwa timses Prabowo-Sandiaga yang pertama kali mengusulkan KPU untuk membocorkan kisi-kisi pertanyaan debat kandidat. Ia menyatakan pihaknya siap bersaksi terkait pernyataannya tersebut.

"Yang minta pertama kali ada kisi-kisi itu pihak mereka. Kalau perlu Arya dan Danhil didudukkan saja depan wartawan, di depan KPU. Ini diplintir kita takut visi-misi," kata dia.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.