Prabowo Nge-HOAX Lagi


Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan, yang salah satunya menyoroti masalah ketersediaan atau cadangan BBM dan beras yang dimiliki Indonesia. Pidato kebangsaan ini disampaikan sebagai paparan visi misinya.

Dalam pidato yang berlangsung di Jakarta Convention Center itu, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung masalah ketahanan bahan bakar dan beras nasional. Khusus beras, Prabowo mengatakan bahwa cadangan beras kita hanya bisa bertahan 3 minggu.

Prabowo juga menyinggung soal ketahanan nasional. Menurutnya, salah satu penentu ketahanan ditentukan oleh kemandirian energi dan pangan.

"Apakah negara yang cadangan bahan bakarnya hanya bisa bertahan 20 hari, cadangan berasnya juga hanya bisa bertahan tiga minggu, saudara-saudara apakah ini negara yang kuat, negara yang bisa langgeng?,"kata Prabowo dengan nada tinggi, Senin (14/1/2019).

Apakah pernyataan Prabowo soal beras hanya tahan 3 minggu sesuai kondisi di lapangan? Perum Bulog sebelumnya menyatakan cadangan beras ini dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan beras hingga Mei 2019 nanti. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Bulog, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan belum datangnya waktu panen beras.

"Aman sampai dengan panen berikutnya di April, Mei. Sekarang sekitar 2,2 juta ton (stok beras di gudang) itu cukup sekali," jelas Tri kepada detikFinance, Rabu (2/1/2019).

Stok beras tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, tahun lalu stok beras di akhir Desember 2017 hanya sebesar 800 ribu ton, sedangkan di akhir Desember 2018 stok beras mencapai 2,1 juta ton.

Dengan banyaknya stok beras di Gudang Bulog bisa membantu menurunkan harga beras yang belakangan merangkak naik, apalagi di waktu musim tanam atau belum memasuki musim panen seperti ini.

Jadi kesimpulannya adalah Prabowo hanya beropini tanpa menggunakan data yang tepat dalam menyampaikannya ke public (HOAX), jadi terkesan menakut-nakuti public dengan berbagai cara, selalu mengkambing hitamkan pemerintah yang kini telah berusaha keras membenahi semua permasalah ini.

Ya wajar saja jika Prabowo berbuat seperti demikian, karena dirinya ingin menang dalam Pilpres, jadi tak ada cara lain selain menakut-nakuti dengan harapan dirinya dipilih masyarakat, dan seolah hanya dia yang bisa mengatasi permasalahan itu. Pertanyaannya adalah butuh berapa tahun Prabowo bisa melakukan itu, sedangkan dirinya tak punya pengalaman sedikitpun dalam pemerintahan. Think Smart My Brothers.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.