TES BACA ALQURAN AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI ACEH


Pendakwah di Aceh yang tegabung dalam Ikatan Dai Aceh berencana akan menguji kemampuan membaca Alquran para calon presiden dan wakil presiden. Hal ini untuk mengetahui komitmen kandidat dalam syiar Islam.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menyatakan pihaknya siap memenuhi tantangan tes baca Alquran dari Ikatan Dai Aceh di Pilpres 2019.

Arya mengatakan, pihaknya bisa memahami alur pikir Ikatan Dai Aceh sehingga mengeluarkan tawaran uji membaca Alquran ini. Karena di Provinsi itu, salah satu syarat untuk bisa menjadi pemimpin adalah bisa membaca Alquran dan mengaji.

Sangat berbeda dengan TKN, Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandi (BPN PraboSan) Sodik Mudjahid menilai tes baca tulis Alquran untuk para calon presiden dan calon wakil presiden sebagaimana gagasan pendakwah di Aceh tidak perlu dilakukan dan hanya buang-buag waktu saja.

Menurut Sodik, mengetahui, memahami dan familiar dengan Alquran di negara berdasar Pancasila dan mayoritas muslim memang hal yang penting. Tapi yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya, dan bagaimana mengamalkanya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 45.

Prabowo tak akan mau mengikuti tes semacam ini, karena baginya membaca Alquran itu tidak terlalu penting, yang penting isinya. Lantas jika membaca saja tak bisa, memahami dan mengamalkannya dari mana..?

Menurutnya, prinsip itu yang lebih penting, bukan hanya mampu membacanya dalam bahasa Arab. Menurut dia, tes, amati, cermati saja pemahamannya terhadap Alquran. Jadi tidak melalui tes khusus, karena sudah dipastikan Prabowo akan kalah jika dilakukan tes itu.

“Kemampuan membaca Alquran bukan syarat tapi sebagai advantage saja. Sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan,” paparnya.

Lalu bagaimana pendapat para Dai Aceh yang akan tetap menyelenggarakan tes itu, bagaimana perasaan saudara kita yang berada di Aceh? Yang sangat menginginkan sosok pemimpin yang tak hanya bisa tegas dalam memimpin, namun juga bisa diandalkan menjadi Iman dan bisa membaca Alquran..?

Karena, ormas lainnya di sejumlah daerah di seluruh Indonesia juga sudah lebih dulu mengusulkan uji membaca Alquran bagi capres dan cawapres.

Semoga Prabowo dan timses nya memahami keinginan rakyat itu, bukankah Prabowo akan mewujudkan keinginan rakyatnya apapun resikonya, jangan sampai ini menjadi blunder bagi dirinya dan timsesnya.

"Tes baca Al Quran bagi seorang calon pemimpin yang beragama Islam sangat wajar dan sangat demokratis. Justru publik makin tahu kualitas calonnya," ujar Ridlwan Habib peneliti radikalisme dan gerakan Islam di Jakarta.

Ridlwan menjelaskan, jika seorang beragama Non Muslim lalu dipaksa tes membaca Al Quran barulah bisa disebut melanggar Pancasila dan asas demokrasi. Namun baik Capres di Pilpres 2019 yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto sama sama muslim.

Justru, kemampuan membaca Al Quran menambah trust atau rasa percaya dari masing masing voter atau kelompok pemilih. "Misalnya pak Prabowo kan diusung oleh ijtima ulama, tentu sangat wajar kalau ummat ingin tahu dan ingin mendengar bacaan Al Quran pak Prabowo," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.