TIMSES PRABOWO; PENDUKUNG PRABOWO SEPERTI TSUNAMI YANG DATANG, RUSAK, LALU PERGI



Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai Bahasa yang dipakai kubu Prabowo soal dukungan masyarakat kepada mereka seperti ‘GELOMBANG TSUNAMI’ bisa merusak bahasa politik. Dia menilai istilah 'tsunami' yang dipakai tak tepat.

"Penggunaan istilah tsunami menurut saya justru tidak tepat dan bermasalah. Tsunami itu akan datang sesaat dan merusak, istilah tsunami itu menimbulkan daya rusak yang dahsyat, menimbulkan kerusakan dan kehancuran. Jadi mungkin maksudnya agar masyarakat waspada kerusakan yang ditimbulkan," ujar Ace.
Timses Prabowo harus berhati-hati dengan bahasa Tsunami. Sebab, dia menilai tsunami itu adalah bencana yang sangat menakutkan dan datang tiba-tiba, juga hilang dengan cepat.

"Mungkin jika yang dimaksud Pak Dahnil itu tsunami sebagai bentuk dukungan, hati-hati. Mereka hanya mendapatkan dukungan itu sesaat dan tiba-tiba. Setelah itu akan lenyap dukungan itu kembali tertelan lautan setelah merusak daratan," tuturnya.

Selain itu, dia menilai kubu Prabowo sudah panik karena suaranya tertinggal jauh di 17 lembaga survei Indonesia. Menurutnya, survei internal Prabowo-Sandi disebut Dahnil bisa merusak kredibilitas lembaga survei.
Karena sebelumnya Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzhar Simanjuntak menyebut dukungan masyarakat ke Prabowo-Sandi (PraboSan) terus mengalir bagaikan gelombang tsunami yang dasyat.

Awalnya Dahnil membocorkan isi bahasan Prabowo dengan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berjumpa di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). Dia menyebut, saat itu SBY mengatakan atmosfer kemenangan ada di kubu Prabowo-Sandi dengan lebay.

Kemudian Dahnil mengaku merasakan hal yang sama dengan SBY bahwa atmosfer kemenangan ada di kubu pasangan nomor urut 02 itu. Dia menyebut dukungan masyarakat saat ini seperti gelombang tsunami yang terus membesar dan tak terkendali.

"Pak SBY bilang atmosfernya kemenangan Pak Prabowo Sandi. Dan itu kami rasakan. Asal Pak Prabowo-Sandi turun ke bawah, itu seperti gelombang tsunami, yang terus membesar," ucapnya.

"Dukungan melalui sumbangan masyarakat, melalui atensi masyarakat, nggak pernah ada acara-acara yang dimobilisasi pakai sembako, pakai amplop, itu nggak ada," sambungnya dengan percaya diri.
Bagaimana pendapat anda? Sebesar Tsunamikah dukungan masyarakat kepada Prabo-San..? atau ini hanya salah istilah..?. Banyak pengamat Politik yang mengatakan bahwa timses Prabowo terlalu banyak berspekulasi atau tak memikirkan dampak yang akan terjadi sebelum memberikan pernyataan. Orang-orang seperti inilah yang membuat Prabowo semakin dijauhi masyarakat. Karena orang-orang di sekitarnya tidak berkompeten di bidangnya dan hanya bisa membuat sensasi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.