Tipu Muslihat Prabowo


Calon presiden Prabowo Subianto dirasa membohongi para anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang telah capek-capek melahirkan Ijtima Ulama jilid II. Alumni 212 juga merasa ditipu oleh Prabowo, karena Prabowo ternyata tak bisa Sholat dan mengaji. Karena sebagai muslim yang taat setidaknya Prabowo melakukan sholat wajib 5 waktu walau tak bisa mengaji.

Para petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) pada September 2018 lalu, diketahui telah menandatangani pakta integritas sebagai hasil dari Ijtima Ulama jilid II. Dan nyatanya Ijtima Ulama merasa tertipu oleh ulah Prabowo-Sandi.

Rangkaian Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta tersebut menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Diantaranya adalah keputusan untuk memilih Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Sandiaga Uno sebagai wakilnya pada Pilpres April nanti.

Dan kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh petinggi GNPF dengan Ketua Dani Anwar. Dengan ditandatanganinya hal itu, para peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II memiliki kewajiban diantaranya untuk mendukung pasangan calon yang telah disetujui.

Peserta juga wajib menyebarkan hasil rekomendasi para Ulama tersebut kepada seluruh umat Islam yang memiliki hak suara dalam Pilpres 2019. Walaupun tak sesuai dengan yang diharapkan umat Islam.

Dari hasil kesepakatan, Prabowo dan Sandiaga diminta untuk berpihak pada kepentingan rakyat, menjaga nilai-nilai religus, memperhatikan kepentingan umat beragama, menjaga dan mengelola Ukhuwah Islamiyah, menjaga kekayaan alam nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

Namun nyatanya permintaan itu tak dipenuhi Prabowo-Sandi, ini buktinya. Tak berpihak kepada rakyat karena tidak berkomitmen pada pemberantasan korupsi, justru malah melegalkan korupsi dengan mengatakan boleh berkorupsi asal tidak banyak.

Lalu tak bisa menjaga nilai-nilai religius, bagaimana tidak, tantangan menjadi imam sholat Jumat saja tak pernah di penuhi hingga kini. Jangankan untuk menjadi Imam sholat, sholat wajib 5 waktu saja Prabowo tak pernah lakukan.

Kemudian tidak mementingkan umat beragama, buktinya Prabowo selalu menggunakan sara dan selalu membuat Hoax yang mengadu domba antar umat muslim di Indonesia. Prabowo juga tak bisa menjaga ukhuah Islamiah. Buktinya sampai hari ini Prabowo tak menanggapi tantangan baca Al-quran yang di ajukan Dai dari Aceh yang telah lama menunggu di rumahnya.

Prabowo juga tak bisa menjaga kekayaan alam kita, buktinya ia ingin Orde Baru bangkit lagi. Tahukah anda siapa yang menjual semua aset bangsa..? Era Orba adalah biang keroknya. Dan kini Prabowo dan kawan-kawan ingin mengulangi kesalahan itu lagi. Bagaimana menjaga keutuhan NKRI jika Prabowo sendiri kini menjadi anteknya Amerika.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.